Disela G-20 Jokowi Ngobrol dengan Donald Trump, Bahas Apa?

Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) berdiri di sebelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) dan Presiden Joko Widodo setelah ia meninggalkan posisinya saat foto bersama di hari pertama KTT pemimpin negara G20 di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7). (Foto: Reuters/Ludovic Marin)

Arah - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela-sela penyelenggaraan KTT G20 di Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7).

Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam rilisnya, mengungkapkan pertemuan itu berlangsung di Ruang Pertemuan Bilateral Hambug "Messe Und Congress".

"Saya ingin menyampaikan salam dari jutaan penggemar anda di Indonesia. Mereka tertarik untuk menyambut anda di Indonesia," ujar Presiden mencairkan suasana pada awal pembicaraan.

Kepada Presiden Trump, Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Pence ke Jakarta beberapa waktu lalu.

Bagi Indonesia, kunjungan itu menandai komitmen Amerika Serikat untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia.

Dalam pertemuan itu, peningkatan kerja sama di bidang ekonomi dan pemberantasan terorisme antara lain dibahas dalam pertemuan.

Di bidang ekonomi, Presiden Jokowi menyampaikan kepedulian Indonesia terhadap ekspor kelapa sawit untuk biodiesel ke Amerika Serikat.

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia mengimpor kedelai dalam jumlah yang besar.

Oleh karenanya kedua presiden tersebut sepakat untuk meningkatkan perdagangan bilateral yang saling menguntungkan.

Baca Juga: Wow! Mobil Kece ini Terbuat Dari Kayu dan Bisa Dikendarai
Datang Ke Pernikahan Ini Kamu Bisa Dapat Cincin Berlian

Hubungan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat saat ini sangat bervariasi, mulai dari kelapa sawit, kedelai sampai ke pesawat terbang.

Sementara itu, di bidang penanggulangan terorisme, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada komitmen Amerika Serikat untuk tidak memusuhi Islam dan bekerja sama dengan negara muslim untuk memerangi terorisme.

Hal ini sesuai dengan hasil Riyadh Summit pada bulan Mei yang lalu yang dihadiri juga oleh kedua pemimpin tersebut.

"Berkurangnya pergerakan ISIS di Syria dan Iraq mengharuskan kita memberikan perhatian ekstra kepada pergerakan mereka di daerah lain, termasuk Asia Tenggara. Penyerangan dan pendudukan grup teroris di Marawi, Filipina merupakan bukti meningkatnya ancaman terorisme," kata Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden Jokowi berharap kerja sama penanggulangan terorisme melalui pertukaran informasi intelijen, penghentian aliran dana, pemberdayaan masyarakat moderat dan penyebaran kontra narasi dapat dilakukan oleh kedua negara.

Mengakhiri pertemuannya, Presiden Jokowi tak lupa mengundang Presiden Trump untuk berkunjung ke Indonesia.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana. (Antara)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Trump untuk Pertama Kalinya Bertemu Vladimir Putin di KTT G20 Trump untuk Pertama Kalinya Bertemu Vladimir Putin di KTT G20
Donald Trump Suarakan Islam Radikal, Indonesia Tak Perlu Tersudut Donald Trump Suarakan Islam Radikal, Indonesia Tak Perlu Tersudut
Lewat Vlog, Presiden Jokowi 'Pamer' Jalanan Mulus di Kalimantan Lewat Vlog, Presiden Jokowi 'Pamer' Jalanan Mulus di Kalimantan

#KTT G-20 #Joko Widodo #Donald Trump #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar