CEO Telegram Kirim Surat ke Kominfo, Isinya...

Aplikasi pesan Telegram (Techweez)

Arah -  CEO Telegram Pavel Durov menawarkan tiga solusi pada Kementerian Komunikasi dan Informatika atas keputusan pemblokiran 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram.

Dalam channel resmi di Telegram, Durov menyatakan banyak pengguna aplikasinya berasal dari Indonesia, dan kini angka sudah mencapai jutaan.

Dia mengaku sangat menyukai Indonesia. Bahkan dia pernah beberapa kali berkunjung dan memiliki banyak teman di negeri ini.

"Jadi saya kecewa saat mendengar Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memblokir Telegram di Indonesia. Ternyata Kemenkominfo baru-baru ini mengirim surel pada kami berisi daftar channel publik yang isinya berkaitan dengan terorisme, dan tim kami tidak bisa memproses laporan itu secara cepat," kata Durov.

Baca Juga: Wow! Manusia Bionik 'Six Milliar Dolar' Bakal Jadi Kenyataan
Terpecahkan, Misteri Wanita Sudah Pakai Ponsel di Tahun 1938

Dia menyayangkan adanya miskomunikasi karena tidak mengetahui permintaan tersebut dari Kemkominfo. Oleh karena itu, Durov ingin memperbaiki situasi dengan tiga solusi.

Pertama, pihaknya telah memblokir semua channel publik yang berhubungan dengan teroris yang sudah dilaporkan oleh Kemkominfo.

Kedua, pihak Telegram telah membalas surel Kemkominfo untuk menjalin komunikasi langsung agar kelak bisa lebih efisien dalam mengindentifikasi dan memblokir propaganda teroris.

Ketiga, Telegram membentuk tim moderator yang memahami bahasa dan budaya Indonesia agar bisa memproses laporan berkaitan dengan konten terorisme lebih cepat dan akurat.

Baca Juga: Wow! Manusia Bionik 'Six Milliar Dolar' Bakal Jadi Kenyataan
Terpecahkan, Misteri Wanita Sudah Pakai Ponsel di Tahun 1938

Durov menegaskan Telegram sama sekali tidak berpihak pada teroris.

"Faktanya, setiap bulan kami memblokir ribuan channel publik dan melaporkan hasilnya di @isiswatch. Kami selalu mencoba lebih efisien dalam mencegah propagandan teroris dan selalu terbuka dengan ide baru agar bisa melakukannya lebih baik lagi," tegasnya.

Durov yakin propaganda teroris bisa ditumpas tanpa harus mengganggu jutaan pengguna Telegram lain di Indonesia, dia juga menunggu balasan dari Kemkominfo atas surel tersebut.

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

Ini Komentar CEO Telegram Usai Aplikasinya Diblokir Kominfo Ini Komentar CEO Telegram Usai Aplikasinya Diblokir Kominfo
Ternyata Telegram Tak Hanya Diblokir di Indonesia Ternyata Telegram Tak Hanya Diblokir di Indonesia
Kemkominfo Resmi Blokir Telegram, Ini Alasannya Kemkominfo Resmi Blokir Telegram, Ini Alasannya

#CEO Telegram #Telegram diblokir #Aplikasi pesan Telegram #Kementerian Komunikasi dan Informatika #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar