Setnov Jadi Tersangka, Golkar Sebut Tak Pengaruhi Pilkada 2018

Nurdin Halid (arah.com/Restu Saputra)

Arah - Ditetapkannya Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP diakui Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid memiliki pengaruh psikologis terhadap Pilkada 2018.

Belum selesai ucapan Nurdin soal pengaruh psikologis itu, ia langsung melanjutkan kalimatnya dengan membantah bahwa tidak ada pengaruh untuk kinerja partai Golkar secara keseluruhan dalam Pilkada 2018.

"Secara psikologis pasti berpengaruh tetapi secara kerja politik, kerja kekaryaan, kerakyatan Insya Allah tidak berpengaruh, karena kita sudah punya sistem baku, seluruh keorganisaian akan bergerak dinamis," ujarnya di DPP Golkar, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (18/7).

Baca Juga: Jadi Tersangka, Setya Novanto Beri Pengertian ke Anak
Minggu Ini KPK akan Kirim Surat Penetapan Tersangka Novanto

Nurdin mencontohkan dirinya sebagai ketua tim Pilkada pusat tidak akan terpengaruh dan dirinya akan menjalankan rapat pada 1 Agustus mendatang.

"Tanggal 1 Agustus nanti saya akan rapat dengan tim Pilkada pusat untuk menetapkan dari pada 171 calon Pilkada yang akan ikut Pilkada di 2018. (Status tersangka Setnov) tidak akan berpengaruh pada visi dan program partai Golkar," jelasnya.

Ketika ditanya apakah ada desakan dari para kader terkait status Setnov, ia mengaku hal itu tidak ada. Lantaran partai Golkar telah diatur dengan adanya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) dan pelaksanaannya diatur dalam Undang-Undang MD3.

"Jadi kita harus melakukan sikap keputusan berdasarkan proses hukum yang ada baik di DPR maupun di partai Golkar landasan hukumnya harus jelas dan kita tidak boleh menzolimi orang kemudian kita melakukan politisasi tidak berdasarkan kepada hukuman yang berlaku," jelasnya.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E).

Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan Setnov telah melakukan tindak pidana korupsi dan menyalahgunakan kewenangan sarana dalam jabatannya sehingga diduga merugikan negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadaan e-KTP. (Shemi) 

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

Ini Hasil Rapat Pleno DPP Golkar Ini Hasil Rapat Pleno DPP Golkar
Setnov Jadi Tersangka, Ini Tanggapan Dedi Mulyadi Setnov Jadi Tersangka, Ini Tanggapan Dedi Mulyadi
Pernah Bertemu Setnov dan Anas Urbaningrum? Ini Jawaban Gamawan Pernah Bertemu Setnov dan Anas Urbaningrum? Ini Jawaban Gamawan

#Sidang Korupsi e-KTP #Korupsi e-KTP #Kader Golkar #Setya Novanto #Nurdin Halid #DPD Partai Golkar DKI Jakarta #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar