Mereka yang Turut Mendulang Rupiah dari Pariwisata Karimunjawa

wisata karimunjawa, pariwisata Indonesia

Arah -  Ramon, turis asal Spanyol, tak bosan-bosannya mengabadikan momentum persinggahan beberapa jamnya di Pulau Cemara Kecil, Kepulauan Karimunjawa, pada Selasa (18/7).

Ramon plesiran bersama kekasihnya, seorang perempuan asal negaranya, dan delapan orang Indonesia yang dia kenal secara tak sengaja saat bersama-sama menumpang KMP Siginjai rute Jepara-Karimunjawa.

Dibantu seorang pemandu wisata, Ramon diminta pemandunya itu untuk beberapa kali melakukan lompatan dengan kaki terkangkang guna mendapatkan foto yang menarik.

Dilatarbelakangi hamparan laut hijau membiru dan Pulau Karimunjawa dengan deretan perbukitannya dari kejauhan, Ramon mengikuti arahan pria berkulit sawo matang yang akrab disapa Dwi alias Stafano itu untuk melakukan beberapa kali lompatan.

Baca Juga: Aneh! Profesi Peluk Orang Dibayar 1 Juta Tiap Jam
Pakaian Putih Anda Mulai Kusam? Coba Deh Cara yang Satu Ini

Di pantai pasir putih pulau kecil yang ditumbuhi pepohonan cemara, kelapa, dan sejumlah tanaman khas lain yang jamak ditemui di kawasan wisata bahari Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah itu, dia menikmati salah satu momentum dalam kehidupannya tersebut.

"Saya seakan berada di surga," katanya kepada Antara.

Di Pulau Cemara Kecil yang dapat dicapai sekitar setengah jam dengan perahu bermotor 23 PK (tenaga kuda) dari lokasi spot "snorkeling" (selam permukaan) Pulau Menjangan Kecil itu, ada sebuah warung makanan dan minuman ringan.

Di warung papan sederhana yang dikelola tiga atau empat anak muda itu, Ramon dan puluhan wisatawan lain yang singgah dapat menikmati kopi instan dan kelapa muda. Sebutir kelapa muda dijual Rp15.000.

"Kalau pas musim libur panjang seperti Lebaran, kami bisa menjual lebih dari 500 butir sehari," kata seorang pemuda yang melayani pembeli di warung berlantai pasir dan hanya dilengkapi sebuah dipan kayu lusuh itu.

Ramon yang mengaku baru pertama kali berlibur di Indonesia bersama kekasihnya ini, hanyalah satu dari banyak wisatawan asing dan nusantara yang mengunjungi Kepulauan Karimunjawa untuk menikmati pesona wisata bahari dan alam perbukitannya yang hijau.

Kehadiran Ramon dan para turis lain yang mengunjungi kawasan wisata Karimunjawa itu membawa berkah ekonomi bagi banyak pihak, termasuk anak-anak muda yang mengelola warung jualan dan tampak menjaga kebersihan lingkungan Pulau Cemara Kecil itu.

Berkah ekonomi dari denyut kehidupan kepariwisataan di Karimunjawa yang bersentuhan dengan kegiatan usaha besar, menengah, dan kecil itu pula yang dirasakan warga kecil seperti Sumadi.

Pemilik "homestay" Bintang Laut ini sudah bertahun-tahun menghidupi keluarganya dari hasil usahanya yang sangat bergantung pada kehadiran para turis nusantara dan mancanegara.

Sumadi mengaku mendapat Rp500 ribu dari 10 orang tamu yang menginap di "homestay" miliknya selama empat hari. Besaran uang itu masih di luar biaya makan pagi, siang, dan malam jika mereka mau memesan makan dari dia.

"Untuk urusan makan, setiap orangnya hanya dikenakan Rp15 ribu per sekali makan atau total Rp45 ribu untuk tiga kali makan," kata ayah lima anak ini.

Dalam mengelola usahanya itu, Sumadi berupaya melayani dengan sebaik mungkin para wisatawan lokal maupun asing yang menginap di "homestay"-nya yang dilengkapi tiga kamar tidur dengan masing-masing diisi dua tempat tidur dan satu kamar mandi di dalam itu.

Sebagai bagian dari usahanya memberikan pelayanan terbaik itulah, dia dan putranya yang menjadi pemandu mendampingi Ramon dan
ung yang sejak Senin hingga Kamis pekan ini menginap di "homestay"-nya.

Manfaat ekonomi sektor pariwisata yang dirasakan langsung warga Kecamatan Karimunjawa itu, juga dirasakan Lukmanul Hakim, pemilik usaha LX Rental yang berlokasi di Jalan A. Yani Nomor 3 RT 03/RW 01.

Berita Terkait

Tarian Indonesia Pikat Pengunjung Bursa Pariwisata di Berlin Tarian Indonesia Pikat Pengunjung Bursa Pariwisata di Berlin
Makin Populer, 'Wonderful  Indonesia' Tempati Peringkat 47 Dunia Makin Populer, 'Wonderful Indonesia' Tempati Peringkat 47 Dunia
Destinasi Wisata Jawa Timur 'Dijual' ke Malaysia Destinasi Wisata Jawa Timur 'Dijual' ke Malaysia

#Pariwisata Dunia #Promosi Pariwisata Indonesia #Kementerian Pariwisata #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar