KPK Tetapkan Markus Nari Sebagai Tersangka Kelima KTP Elektronik

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah (Foto: Dok.Arah.com)

Arah - Dua hari setelah penetapan tersangka terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi KTP elektronik kepada anggota DPR RI fraksi Golkar Markus Nari.  

"Kami menetapkan tersangka baru yakni MN (Markus Nari), kami menemukan bukti permulaan yang cukup setelah mencermati fakta persidangan atas terdakwa Irman dan Sugiharto," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (19/7).

Febri mengatakan bahwa Markus Nari menjadi tersangka karena diduga berperan dalam meluluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek KTP elektronik.

"Sebagaimana indikasi peran MN adalah bersama sejumlah pihak lainnya, MN diduga memperkaya sejumlah korporasi yang terlait dalam pelaksanaan  proyek E-KTP," jelas Febri. 

Baca Juga: KPK Segera Periksa Saksi Lain Korupsi KTP Elektronik
Selain Setnov, KPK Ungkap Nama Lain Kasus Korupsi e-KTP

Dalam sangkaan ini, KPK juga menduga Markus Nari meminta uang kepada terdakwa Irman yang saat itu menjabat sebagai Dirjen Dukcapil sebanyak Rp 5 Miliyar yang akhirnha direalisasikan dengan memberikan uang hanya sebanyak Rp 4 Milyar yang diterima Markus Nari. 

Sebelumnya, Markus Nari juga diduga mempengaruhi saksi Miryam S Haryani untuk mengubah keterangannya di pengadilan, yang akhirnya menyebabkan ia menjadi tersangka pemberian keterangan tidak benar di persidangan.

Oleh karena itulah, Markus Nari juga disangkakan dalam pasal 21 undang-undang tipikor, atas menghalang-halangi pemeriksaan dipersidangan, sehingga politisi Golkar tersebut menyandang dua status tersangka sekaligus

Atas dasar tersangka e-KTP, Markus Nari dituntut dan melanggar pasal 3 atau pasal 2 ayat 1 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan menjadi tersangka ke-5 e-KTP setelah Setya Novanto. (Dini Afrianti) 

Berita Terkait

Ini Sindiran Ketua KPK ke Setnov Terkait Sayembara Rp1 M Ini Sindiran Ketua KPK ke Setnov Terkait Sayembara Rp1 M
Mendadak Tertutup, Sidang Perdana E-KTP Dilarang Siaran Langsung Mendadak Tertutup, Sidang Perdana E-KTP Dilarang Siaran Langsung
Kasus Korupsi E-KTP, MPR: Jangan Terlalu Banyak Digoreng Kasus Korupsi E-KTP, MPR: Jangan Terlalu Banyak Digoreng

#Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) #E-KTP (KTP Elektronik) #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar