Aceh Mulai Dikepung Kabut Asap

Dok: Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui udara (water bombing) di Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (11/8). Jauhnya sumber air dan kencangnya angin membuat petugas kewalahan memadamkan api yang membakar lahan tersebut, sehingga meminta bantuan pemadaman dari udara. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

Arah -  Gangguan asap dari kebakaran lahan dan hutan di area lahan gambut wilayah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh sudah di atas normal, sehingga menyebabkan warga menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Barat, Adi Yunanda, di Meulaboh, Rabu, mengatakan, yang semakin dikhawatirkan adalah asap yang menyelimuti wilayah Aceh Barat juga berasal dari daerah-daerah tetangga.

"Apalagi sejak tiga hari lalu sudah sangat tebal asapnya. Jangankan anak-anak sekolah, kita dewasapun saja sangat terasa. Kita berharap upaya pemadaman dengan Helikopter Bom Air BNPB dapat segera mengatasi bencana daerah kita,"sebutnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) mengerahkan dua pesawat udara water bombing untuk menanggulangi kebakaran lahan gambut di Aceh Barat. Satu unit tiba Selasa (25/7) petang dan satu unit lainnya masih dalam perjalanan.

Baca Juga: Emil akan Usung Kader Golkar Jadi Wagub, Golkar: Silakan Saja
Cari Rezeki, Sidow Menggambar 100 Toko di Mogadishu




Pada Rabu (26/7) pagi satu unit Helikopter jenis MI -17 VN sudah disiapkan melakukan Bom Air Rabu siang. Helikopter itu terbang dari Bandara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya, Aceh. Daerah pertama sasaran pengeboman air di Kabupaten Aceh Barat.

Mengutip antara, Adi Yunanda menuturkan, meskipun dilakukan pengeboman air dari udara belum dapat memastikan asap akan segera hilang, paling hanya kadar ketebalan asap yang bisa berkurang dalam kurun waktu tertentu. Itupun bila tidak bertambah titik api.

Adi Yunanda menyarankan masyarakat juga melaksanakan ritual umat Islam seperti shalat mohon hujan (istisqo), sebab kondisi saat ini bukan hanya kebakaran lahan dan hutan, namun juga terjadi kekeringan akibat tidak ada sumber air.

Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Meulaboh, di Kabupaten Nagan Raya mendeteksi titik panas di wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya, hilang timbul. Pada Rabu, (26/7) pukul 02.00 WIB, ditemukan sebanyak tujuh titik api.

Berita Terkait

Waduh, Puluhan Titik Api Muncul Lagi di Pulau Sumatera Waduh, Puluhan Titik Api Muncul Lagi di Pulau Sumatera
Singapura Tawarkan Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Singapura Tawarkan Bantu Padamkan Kebakaran Hutan
Ini Perbedaan Banjir dan Genangan Menurut BNPB Ini Perbedaan Banjir dan Genangan Menurut BNPB

#Pemadaman Kebakaran Hutan #kebakaran lahan #Kebakaran Hutan #Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) #Helikopter Patroli Milik BNPB #BNPB #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar