Hadapi Pilpres 2019, Pengamat: Gerindra-Demokrat Bentuk Koalisi

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan (kanan) usai memberikan pengarahan dalam rapat kader di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/1). Rapat akbar yang diikuti ribuan kader Partai Gerindra tersebut mengangkat tema Kader Gerindra DKI Jakarta Siap Memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Arah - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan apabila Partai Demokrat benar-benar berkoalisi dengan Partai Gerindra ataupun dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pilpres 2019 mendatang, maka peta politik yang dihasilkan dari kedua parpol tersebut akan bersaing ketat.

"Poros itu membangun keseimbangan politik. Jika bangsa ini mau maju, maka harus ada check and balances," kata Ujang Komarudin di Jakarta, Kamis (27/7).

Menurutnya, pembentukan koalisi atau poros yang terbentuk antara Demokrat, Gerindra dan PKS akan membangun keseimbangan politik pada Pilpres 2019 nanti.

Terbentuknya poros yang bisa dikatakan seimbang dengan partai koalisi pemerintah saat ini sangat penting, karena itu adalah bentuk dari demokrasi itu sendiri. Jika tidak ada kekuatan penyeimbang bagi kekuatan yang lain, maka tidak ada istilah kompetisi demokrasi yang selama ini dicita-citakan bersama.

"Sehingga perpolitikan Indonesia tidak didominasi oleh partai atau kelompok tertentu," ucapnya.

Baca Juga: Ini Cara Membuka HP yang Lupa Kata Sandi
Cegah Kecelakaan, Truk Kontainer Ini Bisa 'Tembus Pandang'

Selain itu, Pengamat Politik Universitas Al-Azhar itu menilai, saat ini Partai Demokrat (PD) mulai mengambil langkah untuk menghadapi Pilpres 2019. Menurutnya, Demokrat akan siap untuk diajak berkoalisi, termasuk dengan Partai Gerindra.

Ujang pun mencontohkan, misalnya pada Pilpres 2019 nanti partai koalisi pemerintah adalah PDIP, PPP, PAN, Golkar, Nasdem, PPP, PKB melawan Gerindra, PKS dan Demokrat.

"Mungkin saja nanti PAN keluar dari koalisi pemerintah, itu akan lebih seru lagi," ujarnya.

Ujang mengakui, bahwa melawan incumbent memanglah berat, tetapi bukan tidak mungkin incumbent tersebut kalah.

"Memang melawan incumbent itu sangat berat. Tapi dipolitik tidak ada yg tidak mungkin. Kuat atau tidaknya tergantung dinamika politik yang berkembang nanti," jelasnya. (Muhamad Ridwan)

Video Trendin Pilihan Redaksi:

----

 

Berita Terkait

SBY: Saya Korban Medsos SBY: Saya Korban Medsos
Ada Isu Reshuffle, Benarkah Posisi Ini untuk Waketum Gerindra Ada Isu Reshuffle, Benarkah Posisi Ini untuk Waketum Gerindra
Prabowo Maju Pilpres 2019, Golkar: Jokowi Punya Prestasi Prabowo Maju Pilpres 2019, Golkar: Jokowi Punya Prestasi

#Fraksi Partai Demokrat #Partai Demokrat #Partai Gerindra #pilpres 2019 #presiden joko widodo #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar