Banyak Kasus Pertanahan, Ombudsman: Reformasi Agraria Mandek

Anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu, di Surabaya, Kamis (3/8/2017). (Foto/Arah.com/Mukied)

Arah -  Ombudsman RI menyatakan program perioritas pemerintah terkait reformasi agraria dianggap jalan ditempat. Pasalnya dalam setiap tahunya kasus pertanahan masih puncaki pelaporan di lembaga pengawasan tersebut.

"Sampai hari ini saya bisa mengatakan bahwa reformasi agraria masih jalan ditempat. Kasus pertanahan ini kan persoalan vertikal, jadi pemerintah daerah tetap menunggu dari pusat," kata Anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu, di Surabaya, Kamis (3/8/2017).

Baca Juga: Tora Sudiro Pasrah Saat Ditangkap Terkait Narkoba di Rumahnya
KTPnya Bikin Warga Karawang Geger, Netizen: Gak Enak Manggilnya

"Dari data tahun 2015, 2016 sampai 2017 tetap rekor tertinggi pertanahan, yang kedua Kepolisian, yang ketiga pendidikan, terus kesehatan baru pengadilan," lanjutnya.

Secara keseluruhan, Ombudsman menerima laporan dari masyarakat yang setiap tahunnya ada peningkatan yang cukup signifikan.

"Tahun 2015 itu 5.000 keatas laporan, tahun 2016 itu laporannya sekitar 7.000 jadi kenaikannya itu 100 persen. Tahun 2017 sekarang baru pertengahan baru 7.000 laporan," jelas dia.

Kendati demikian, menurut Ninik, meningkatnya angka pelaporan yang diterima Ombudsman dianggap sebagai bentuk wujud kepedulian masyarakat terhadap pelayanan semakin meningkat.

"Dengan laporan yang meningkat ini saya yakini masyarakat sangat peduli terhadap layanan masyarakat, kalau dulu itu masyarakat abai," tandasnya. (Mukied)

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

KY Sebut Patrialis Akbar Coreng Profesi Hakim KY Sebut Patrialis Akbar Coreng Profesi Hakim
FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan
Sylvi Diperiksa Bareskrim, #SuperSylvi Curi Perhatian Netizen Sylvi Diperiksa Bareskrim, #SuperSylvi Curi Perhatian Netizen

#Konflik Agraria #Ombudsman #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar