ICW: Teror Novel Ibarat Sebuah Pesan dari Kelompok Besar

Pemindahan Novel Baswedan dari RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, menuju Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Selasa (11/4). (Foto: Arah.com/ May)

Arah - Penyerangan yang terjadi terhadap Novel Baswedan seakan mengingatkan peristiwa yang menimpa Tama S Langkun, aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW). Tama yang kala itu tengah menyelidiki kasus rekening gendut di institusi Polri mengaku diintai oleh sekelompok orang pada tahun 2010.

"Itu akan ada sesuatu yang terjadi, ada informasi intelegen dikita, ada yang mengatakan bahwa ICW ada potensi (penyerangan) itu dari kepolisian," ungkap Koordinator ICW Adnan Topan Husodo di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8).

Serangan senjata tajam dari sejumlah orang tak dikenal tersebut terjadi pada saat Tama sedang lengah melihat situasi.

"Serangan itu terjadi, dimalam hari dari sisi mereka sangat profesional," tutur Adnan

Baca Juga: Hariz Azhar: Pelaku Sudah Intai Aktifitas Novel Berhari-hari
Novel Disiram Air Keras, MAKI: Polisi Tak Akan Bisa Ungkap Pelaku

Sementara itu, Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut.

"Komitmen saat itu pernah terjadi juga dari presiden, bahwa statmen jelas bahwa cara ini harus dihilangkan," cerita Adnan mengenang

"Akan tetapi kami tunggu sampe saat ini belum ada pelaku yang diseret, 'wassalam'," tambahnya.

Adnan menilai bahwa upaya teror ini diartikan sebagai sebuah pesan kepada korban.

"Saya kira ada upaya teror saja, ada upaya untuk mengatakan 'Kalian yang jadi korban jangan jadi di garda depan'," pungkasnya.

Oleh karena itu, Koordinator ICW ini menyayangkan terulangnya kembali 'penguasa' yang dapat mengancam kelompok kecil.

"Apa yang dialami, ini jadi signal, karena yang dihadapi orang yang mengalami kelompok besar dan kekuatan lain yang bisa intimidasi," pungkasnya. (Dini Afrianti) 

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Disiram Air Keras, Novel: Percuma, Usaha Pelaku Sia-sia Saja Disiram Air Keras, Novel: Percuma, Usaha Pelaku Sia-sia Saja
Pasca Operasi, Benarkah Mata Novel Baswedan Tidak Ada Kemajuan? Pasca Operasi, Benarkah Mata Novel Baswedan Tidak Ada Kemajuan?
Kasus Novel Mandek, Polisi Kembali Beralasan Kasus Novel Mandek, Polisi Kembali Beralasan

#penyidik kpk #Novel Baswedan #Disiram Air Keras #Indonesia Corruption Watch (ICW) #Kasus Korupsi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar