Jadi Tren, Warga China Pura-pura Cerai untuk Dapat Rumah Murah

Ilustrasi pernikahan (Shutterstock)

Arah - Perceraian bukanlah hal yang menyenangkan. Faktanya, perceraian justru yang yang menyedihkan dan menghilangkan kebahagiaan. Tapi di China justru sebaliknya.

Seiring dengan tren perkembangan perumahan, banyak pasangan di China yang justru berlomba-lomba untuk pura-pura bercerai. Diberitakan dari laman Quartz, di negara Tirai Bambu ini, pasangan yang bercerai atau setidaknya sudah mendaftarkan perceraiannya bisa mendapatkan 'keuntungan' untuk membeli rumah dengan harga murah.

Di China, mendaftarkan perceraian menghabiskan biaya sekitar delapan yuan (sekitar US$1,2 atau Rp15 ribu). Namun untuk pasangan suami istri yang ingin membeli rumah ke-dua sebagai investasi, memalsukan perceraian akan membuat salah satu dari mereka tak berhak atas properti (di atas kertas).

Hal ini memungkinkan mereka menjadi pembeli rumah 'first time.' Ini juga memungkinkan mereka untuk mendapatkan pembayaran uang muka pembelian rumah yang lebih rendah dibanding seharusnya.

Kebijakan ini terjadi berkat adanya aturan yang dirancang untuk mengekang spekulasi yang menuntut adanya deposito dan suku bunga tinggi karena sudah memiliki rumah sebelumnya.

Pihak berwenang menetapkan aturan-aturan di beberapa kota besar di China sejak 2010. Namun karena adanya celah dari aturan tersebut, tampaknya aturan ini akan segera ditutup. Namun ini masih menjadi rumor yang beredar luas.

Baca Juga: Pansus Mengungkap Empat Poin Krusial yang Bisa Jegal KPK
DPR: Hut RI Jadi Momentum Koreksi Kinerja Pemerintah

Pertimbangan penutupan aturan ini adalah meningkatkan jumlah perceraian di China. Beberapa bulan lalu pasangan Shanghai bergegas ke kantor pendaftaran lokal untuk 'bercerai.' Semuanya dilakukan demi mendapatkan uang muka pembelian rumah yang lebih rendah. Tak dimungkiri, jumlah uang mukanya menurun cukup banyak, dari 30 menjadi 70 persen. Sementara itu keuntungan lainnya, mereka masih bisa menjadi pasangan.

Nicole Wong, CSLA Hong Kong regional head of property research mengungkapkan adanya korelasi antara harga rumah dengan perceraian. Selama beberapa dekade terakhir, pasar perumahan China memang naik turun. Sementara harga rumah di kota-kota terbesar China berfluktuasi, rasio perceraian dan pernikahan pun juga ikut berfluktuasi sesuai harga rumah.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Nikah Tak Perlu Mahal! Biaya Nikah Pasangan Ini Hanya Rp13 Ribu Nikah Tak Perlu Mahal! Biaya Nikah Pasangan Ini Hanya Rp13 Ribu
DPR RI Singgung Pemberitaan Media Bersifat Partisan DPR RI Singgung Pemberitaan Media Bersifat Partisan
Bos di China Siap Beri Bonus Gaji pada Karyawan yang Sukses Diet Bos di China Siap Beri Bonus Gaji pada Karyawan yang Sukses Diet

#china #pernikahan #pernikahan unik #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar