MUI Nyatakan Tindakan Saracen HARAM

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar konfrensi pers guna mengklarifikasi pernyataan Ahok soal tudingan adanya percakapan antara SBY dengan Ma'ruf Amin, Kamis (2/2). (Foto: Arah.com/ Restu Saputra)

Arah -  Zainut Tauhid Saadi, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia  menyatakan tindakan kelompok Saracen, sindikat penyebar berita bohong di media sosial melanggar syariah dan haram sebagaimana Fatwa MUI.

"Perbuatan tersangka di samping bertentangan dengan hukum positif, juga tidak dibenarkan secara syariah dan haram hukumnya," kata Zainut di Jakarta,(28/8).

Ia mengatakan tindakan haram Saracen itu merujuk Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial.

Dalam Fatwa MUI, kata dia, disebutkan bahwa setiap Muslim yang bermuamalah melalui media sosial diharamkan melakukan ghibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain), fitnah, namimah (adu domba) dan penyebaran permusuhan.

Dia juga  mengharamkan aksi bullying, ujaran kebencian serta permusuhan atas dasar suku, agama, ras atau antargolongan.

"Haram pula bagi umat Muslim yang menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, apalagi dengan tujuan jahat," kata dia.

Baca Juga: Mirip Manusia, Kambing Ini Bikin Geger Warga India
PKB Gelar Nikah Massal, Cak Imin Jadi Saksi

Zainut mengatakan MUI juga melarang kegiatan memproduksi, menyebarkan dan atau membuat dapat diaksesnya konten maupun informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

Selain itu, kata dia, aktivitas buzzer seperti kelompok Saracen di media sosial yang menyediakan informasi berisi kabar bohong, ghibah, fitnah, namimah, perundungan, aib, gosip dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun nonekonomi. Perbuatan tersebut hukumnya haram.

Ia melanjutkan haram juga baginya untuk orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya.

Menurut dia, sindikat Saracen adalah kelompok yang diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian di media sosial dengan membuat propaganda di media sosial melalui meme-meme bermuatan kebencian dan SARA.

Dengan ditangkapnya tiga tersangka kelompok Saracen, kata dia, MUI meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas seluruh jaringannya, termasuk para penyandang dananya. MUI meminta para pelaku dan penyandang dana diberikan hukuman yang berat untuk memberikan efek jera kepada mereka.

"MUI memberikan apresiasi kepada Polri yang telah berhasil meringkus tiga tersangka terkait kasus sindikat Saracen yang menyebarkan ujaran kebencian atau hate-speech dan SARA," katanya.

Berita Terkait

Wantim MUI Gelar Rapat Pleno, Jokowi Batal Hadir Wantim MUI Gelar Rapat Pleno, Jokowi Batal Hadir
MUI: Isu Agama Boleh Dibawa Kampanye, Asal... MUI: Isu Agama Boleh Dibawa Kampanye, Asal...
Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri

#Berita Hoax #Majelis Ulama Indonesia (MUI) #Mabes Polri #Polemik Ujaran Kebencian #ujaran kebencian #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar