DPR: Myanmar Harus Hentikan Kekerasan Terhadap Rohingya

Meutya Hafid (foto/youtube/wikidpr.org)

Arah -  Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, Meutya Hafid, meminta pemerintah Myanmar segera menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap etnis Rohingya di negaranya. “Aksi pembakaran desa-desa Rohingya oleh tentara dan polisi Myanmar sudah diluar batas kemanusiaan. Myanmar harus menghentikan tindakan ini, jika tidak, ada baiknya pemerintah mengevaluasi hubungan bilateral dengan Myanmar,” sebut Meutya.

“Sebagai negara yang sudah lama bersahabat dengan Myanmar, kami khawatir tindakan pembersihan etnis akan mengancam stabilitas keamanan kawasan Asia Tenggara. Kami mengingatkan kepada Myanmar akan gelombang manusia kapal Rohingya pada tahun 2012-2015 lalu, yang saat ini diterima oleh tiga negara, Indonesia, Thailand dan Malaysia. Kami tidak ingin aksi kekerasan di Myanmar akan membuat negara-negara ASEAN lain berada kesulitan akibat pengungsi,” ujar Ketua Bidang Luar Negeri DPP Partai Golkar ini.

Baca Juga: Tak Hanya Kritik, Rakyat Perlu Terjun ke Politik
Tim Teknis Siasati Krisis Air di RS Bantuan Indonesia di Myanmar
Myanmar Kirim Pasukan Baru ke Rakhine, Peringatan PBB Diabaikan

Meutya juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dan Menlu RI untuk mendukung penyelesaian aksi kekerasan terhadap masyarakat Rohingya di Myanmar, “Saya terus mendukung upaya yang dilakukan oleh pemerintah, namun kami juga meminta agar tekanan yang lebih keras diberikan terhadap Myanmar. Pendekatan lain juga bisa dilakukan melalui organisasi tingkat regional maupun internasional. Indonesia bisa bawa permasalahan ini ke PBB, untuk dilakukan sidang darurat,” kata mantan wartawan ini.

Sebelumnya, sejumlah kelompok aktivis hak asasi manusia melaporkan bahwa pembakaran dengan sengaja desa-desa yang menjadi tempat tinggal bagi warga Rohingya di Rakhine, Myanmar terjadi, Selasa (29/8). Pasukan militer negara itu dituding berada di balik peristiwa ini.

Banyak bangunan dan area lingkungan warga, khususnya di Maungdaw, utara Rakhine yang terlihat terbakar dan ditunjukkan melalui media sosial. Diyakini pasukan militer dengan sengaja melakukan tindakan keras sebagai upaya menekan kelompok militan yang diduga berasal dari etnis Rohingya.

Dilaporkan oleh Arakan Times, pasukan tentara Myanmar serta polisi penjaga perbatasan di Rakhine membakar setidaknya 1.000 rumah warga Rohingya. Tindakan keras ini dimulai pada Sabtu (26/8) lalu dan berlanjut hingga Senin (28/8).

Berita Terkait

Tim Teknis Siasati Krisis Air di RS Bantuan Indonesia di Myanmar Tim Teknis Siasati Krisis Air di RS Bantuan Indonesia di Myanmar
Myanmar Kirim Pasukan Baru ke Rakhine, Peringatan PBB Diabaikan Myanmar Kirim Pasukan Baru ke Rakhine, Peringatan PBB Diabaikan
DPR Batalkan Rencana Pembangunan Apartemen DPR Batalkan Rencana Pembangunan Apartemen

#DPR #Myanmar #Rohingya #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar