JK: Indonesia Tawarkan Pelatihan Pasukan Perdamaian PBB

Wakil Presiden Jusuf Kalla (Dok.arah.com/Dini Afrianti)

Arah - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia menawarkan pelatihan bagi calon personil pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa agar ada standarisasi untuk menjaga perdamaian.

"Kita menawarkan adanya pelatihan bagi calon pasukan penjaga perdamaian sebelum bertugas. Dan kita punya tempat latihan serta pengalaman," kata Jusuf Kalla di sela-sela menghadiri sidang majelis umum PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu (21/9).

Lebih lanjut JK menjelaskan selama ini pasukan penjaga perdamaian terkadang hanya menjaga status quo, sehingga ada negara-negara yang berkonflik hingga puluhan tahun tidak bisa selesai. Wapres mencontohkan apa yang terjadi di Lebanon maupun negara-negara Afrika dimana konflik berlangsung hingga puluhan tahun tidak bisa diselesaikan.

"Jadi pasukan penjaga perdamaian itu tidak hanya menjaga tetapi juga bagaimana mengupayakan perdamaian itu sendiri. Indonesia punya pengalaman soal ini dan inilah kelebihan yang kita tawarkan " kata Wapres dikutip Antara.

Wapres M Jusuf Kalla memimpin langsung delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan tingkat tinggi di Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-72 di markas besar PBB New York Amerika Serikat. Dalam SMU PBB ke-72 Indonesia terus mengkampanyekan untuk bisa diterima sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Sebelumnya Indonesia mempunyai pengalaman pernah tiga kali menjabat sebagai anggota tidak tetap DK PBB, yaitu pada tahun 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

"Di atas kertas kita memiliki peluang besar untuk terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB," kata Wapres.

Lebih lanjut Wapres menjelaskan bahwa Indonesia selalu aktif mengirimkan pasukan penjaga perdamaian. Saat ini ada 2.800 personil pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia yang sedang bertugas di seluruh dunia.

Baca Juga: Diduga Menyuap Polisi, Uber Diselidiki Aparat Amerika Serikat
Pembebasan Lahan Masih Jadi Kendala Proyek Tol

"Dan itu akan terus kita tingkatkan hingga 4.000 personil," kata Wapres.

Indonesia akan bersaing dengan Maladewa untuk bisa terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB dan baru akan diputuskan pada SMU tahun 2018 mendatang.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Soal Kabar Hakim MK Tertangkap KPK, Ini Komen JK Soal Kabar Hakim MK Tertangkap KPK, Ini Komen JK
Wapres:  Idul Adha Sebagai Pengorbanan Bagi Kemajuan Bangsa Wapres: Idul Adha Sebagai Pengorbanan Bagi Kemajuan Bangsa
AS Mengaku Kecewa Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal AS Mengaku Kecewa Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal

#PBB #wapres #Wapres Jusuf Kalla #Perdamaian Dunia #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar