Mantan Ketua KY Usulkan Sistem Baru Rekrutmen Hakim Agung

Ilustrasi persidangan (Freedigitalphotos.net/Salvatore Vuono)

Arah -  Mantan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki menegaskan harus ada sistem baru dalam rekruitmen hakim agung. Pernyataan ini terkait praktik mafia peradilan di kalangan penegak hukum.

"Mafia ini sudah ada sejak lama. Hakim bisa saja berunding untuk merundingkan nama, terus hukumannya lepas atau tidak. Jadi untuk itu harus diperbaharui sistim rekrutmen untuk hakim, biar benar," tegas Suparman kepada wartawan di Kantor MMD Initiative, Jakarta, Rabu.(25/5/2016)

Kasus mafia peradilan kembali mencuat setelah KPK menangkap Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang, Bengkulu, Janner Purba pada Senin (23/6/2016). Jenner diduga menerima suap terkait kasus yang sedang ditanganinya.

Pengamat hukum Bivitri Susanti mengatakan sangat sulit untuk membongkar jaringan mafia peradilan di Indonesia. Menurut dia, dibutuhkan suatu teknis khusus untuk membongkar mafia peradilan.

"Sangat susah untuk membogkar jaringan mafia peradilan di Indonesia. Kita butuh teknis khusus untuk membogkar itu. Sekarang aja total ada 38 jajaran MA yang tertangkap," kata Bivitri.(Zulfiansyah)

Berita Terkait

Memburu 'Perantara Kasus' di MA, KPK Surati MA Memburu 'Perantara Kasus' di MA, KPK Surati MA
Geledah Rumah Sekretaris MA, KPK Temukan Banyak Uang Geledah Rumah Sekretaris MA, KPK Temukan Banyak Uang
Hakim MA: Sistem Peradilan Kita Tidak Segawat yang Diberitakan Hakim MA: Sistem Peradilan Kita Tidak Segawat yang Diberitakan

#Mafia Kasus #Mafia Peradilan #Komisi Yudisial (KY) #Kasus Suap #Mahkamah Agung

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar