60 Persen Orang Indonesia Cemas Komputernya Diretas Hacker

Sejumlah pasien berkonsultasi saat terjadi gangguan karena virus Ransomware WannaCrypt atau WannaCry di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, Senin (15/5). Virus cyber jenis Ransomware WannaCry telah menyerang sistem 'Information Technology' (IT) RS Dharmais sehingga menyebabkan akses data rumah sakit terkunci dan mengakibatkan penanganan medis terhambat. Virus tersebut menyerang 60 unit komputer dari total 600 unit komputer yang ada di RS Kanker Dharmais. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Arah - Sebagai produsen keamanan digital untuk bisnis dan konsumen, Avast menemukan sekitar 61,7 persen orang Indonesia khawatir hacker atau peretas dapat melakukan aktivitas mata-mata ilegal melalui kamera yang tersemat pada masing-masing perangkat komputer mereka. Avast menyebutkan, hal tersebut wajar karena ada alat yang dapat meng-hack webcam komputer baik secara regular maupun darknet, bahkan dalam beberapa kasus tersedia gratis.

Avast mengingatkan, banyak komputer telah dilengkapi dengan lampu yang mengindikasikan webcam telah diaktifkan, namun nyatanya ada alat yang dapat membuat lampu webcam menjadi tidak aktif. Survei online, yang dilakukan Avast pada bulan Oktober, menunjukkan bahwa orang Indonesia sangat sadar bahwa peretas dapat memata-matai mereka tanpa mengaktifkan lampu indikator webcam mereka.

Baca Juga: Orang Muda di Swiss Lebih Banyak Online daripada Menonton TV
Akhir 2017, Apple akan Pasarkan 30 Juta Unit Iphone X

Secara global, dua dari setiap lima (40 persen) responden tidak menyadari adanya ancaman tersebut, sementara setengah (50,20 persen) orang Indonesia mengklaim bahwa mereka mengetahui kemungkinan tersebut. Banyak tokoh secara fisik menutup webcam mereka untuk mencegah mata-mata yang tidak diinginkan menyaksikannya. Dari survei tersebut, terdata hanya 31,32% persen orang Indonesia secara fisik menutupi webcam komputer mereka.

Avast menilai, upaya menutup Webcam adalah awal yang baik."Namun seringkali merepotkan orang yang sering menggunakan kamera komputer mereka", kata Ondrej Vlcek, CTO, EVP and GM Consumer Business di Avast.

"Kami telah merilis sebuah fitur yang memberi pengguna AVG dan Avast kontrol penuh atas siapa yang dapat menggunakan kamera mereka, tanpa harus menutupinya secara fisik." katanya dikutip Antara.

Solusi Avast mengakhiri mata-mata webcam untuk selamanya adalah dengan cara memblokir malware dan aplikasi yang tidak tepercaya dari pembajakan Webcam. Selanjutnya, pengguna memiliki pilihan untuk memaksa semua aplikasi meminta izin mereka terlebih dahulu sebelum mereka dapat mengakses webcam komputer. Fitur Webcam Shield ada didalam produk Avast Premier dan Webcam Protection terdapat di AVG Internet Security.

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

Retas 4.600 Situs, Hacker Lulusan SMP ini Diciduk Polisi Retas 4.600 Situs, Hacker Lulusan SMP ini Diciduk Polisi
Olimpiade Jadi Sasaran Hacker Olimpiade Jadi Sasaran Hacker
Para Hacker Cantik yang Membuat Heboh Dunia Para Hacker Cantik yang Membuat Heboh Dunia

#komputer #Peretas (Hacker) #Hacker Indonesia #Cyber Crime #Cyber Media #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar