Mengapa Gempa Bumi Sulit Diprediksi? Ini Penjelasannya...

Gempa berkekuatan 7,8 skala richter dengan kedalaman 23 kilometer yang Mengguncang Selandia Baru Pada November 2016 (Foto: twitter/@JMorleyChoice)

Arah - Pada 15 Desember lalu, tanpa ada peringatan terlebih dahulu, gempa bumi besar berkekuatan 7,3 skala richter kembali mengguncang laut selatan pulau jawa, lebih tepatnya pusat gempa berada di barat daya kabupaten Tasimalaya, Jawa Barat.

Beberapa ilmuwan yang tergabung dalam New Scientist, menjelaskan mengapa gempa bumi sangat sulit untuk diprediksi, dan mengapa seismolog berusaha meramalkannya, lalu pendekatan seperti apa yang mengantar kepada ketepatan prediks di masa datang.

Bisakah gempa diprediksi?

Jawabannya adalah "Tidak", setidaknya tidak pada ketika kita bisa menerbitkan peringatan lebih lengkap dalam jangka waktu dan lokasi tertentu sehingga memungkinkan kita bisa melakukan evakuasi.

Kebanyakan gempa bumi terjadi di lokasi-lokasi yang sudah dapat diprediksi di sepanjang zona-zona patahan terkenal, seperti tunjaman besar pekan lalu yang terjadi di laut selatan pulau Jawa.

Baca Juga: BNPB: Terhitung Ada 228 Rumah Rusak Parah Akibat Gempa Bumi
Ini Penyebab Mengapa Perut Pria Buncit dan Pinggul Wanita Lebar

Seberapa tepat gempa dapat diprediksi?

Untuk tempat-tempat dengan tingkat aktivitas historis tinggi, peluang bahwa sebuah gempa akan mengguncang di periode beberapa dekade mendatang bisa amat besar.

Mengapa gempa bumi besar sulit sekali diprediksi?

Prediksi yang terpercaya membutuhkan prasyarat, berupa semacam sinyal di bumi yang mengindikasikan gempa bumi bakal terjadi. Sinyal itu harus terjadi hanya sebelum terjadinya gempa bumi besar dan harus terjadi sebelum semua gempa besar terjadi.

Sementara ini, para seismolog gagal menemukan prasyarat-prasyarat itu, bahkan ketika semua itu ada.

Sinyal-sinyal apa yang dianggap seismolog bisa memprediksi gempa besar?

Serangkaian besar sinyal-sinyal potensial telah dipelajari, berkisar dari meningkatnya konsentrasi gas radon, perubahan pada aktivitas elektromagnetik, guncangan awal yang menandakan gempa besar akan terjadi, berbelok atau terdeformasinya permukaan Bumi, perubahan geokimia air tanah, dan bahkan prilaku ganjil binatang di masa sebelum gempa bumi besar terjadi.

Berita Terkait

Mengapa Gempa Bumi Bisa Terjadi? Ini Penjelasannya Mengapa Gempa Bumi Bisa Terjadi? Ini Penjelasannya
Basarnas: Gempa Jabar Berstatus Tsunami Sudah Dicabut Basarnas: Gempa Jabar Berstatus Tsunami Sudah Dicabut
BMKG: Gempa Jabar Akibat Tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia BMKG: Gempa Jabar Akibat Tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia

#gempa #Gempa Bumi #Gempa Tektonik #gempa sukabumi #Gempa Tasikmalaya #Gempa Pangandaran #Prediksi #Bencana Alam #ilmuwan #Penelitian #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar