Mengapa Ikan Bisa Melihat di Air Keruh? Ini Jawabannya

ikan bisa melihat di air keruh (theguardian)

Arah - Beberapa Ilmuwan dari Amerika Serikat baru-baru ini mempelajari tentang bagaimana penglihatan ikan bisa tetap tajam meskipun berada di air keruh, misalnya saja saat di sungai.

Fakta mengejutkan terungkap, ternyata, saat berenang di air keruh, ikan dapat mengaktifkan enzim di mata mereka yang meningkatkan kemampuan mereka untuk melihat sinar inframerah, yang dapat mempertajam penglihatan mereka di tempat kotor dan berlumpur.

Enzim yang bernama Cyp27c1 ini berkaitan dengan vitamin A dan telah diketahui dapat meningkatkan penglihatan, terutama di tepat kurang bercahaya.

Vitamin A merupakan komponen penting dari pigmen penglihatan. Dengan enzim tersebut, ikan dan amfibi dapat menyesuaikan penglihatan mereka dengan cahaya di lingkungan mereka.

Secara kimiawi, enzim Cyp27c1 dapat memberi modifikasi kecil di dalam molekul, dan dapat mengubah sensitivitas sel penerima cahaya terhadap gelombang yang lebih panjang, seperti cahaya merah dan inframerah.

Proses kimiawi tersebut dapat menjelaskan mengapa ikan air tawar seperti salmon dapat pelan-pelan menambah penglihatan mereka ketika mereka keluar dari perairan laut, yang bercahaya biru atau hijau, lalu masuk ke perairan tanah yang lingkungannya bercahaya spektrum merah dan inframerah.

Baca Juga: Ternyata Makanan Yang Mengubah Kulit Orang Eropa Menjadi Putih
Inilah Wanita Pertama Yang Mengelilingi Dunia Dengan Sepeda Ontel

Kemampuan ini juga dimiliki amfibi lain untuk mengubah penglihatan mereka dari perairan tawar ke bawah laut.

"Kami tidak tahu pada evolusi apa enzim Cyp27c pertama kali berfungsi seperti sekarang ini. Tetapi, faktanya bahwa enzim yang sama digunakan ikan dan amfibi menunjukan bahwa fungsi ini berasal dari ratusan juta tahun yang lalu," kata Corbo tentang penelitian yang dipublikasikan di jurnal Current Biology ini.

Para peneliti pertama kali menemukan enzim tersebut pada ikan zebra dan katak bullfrog.

Manusia pun memiliki tiruan gen yang mengatur enzim tersebut, tetapi tidak aktif di zona mata seperti pada hewan amfibi.

Menurut Corbo, enzim tersebut kemungkinan dapat digunakan bersama perangkat optogenetik, yang memungkinkan peneliti mengaktifkan syaraf tersebut dengan bantuan cahaya, untuk mengatasi penyakit syaraf dan kebutaan.

Berita Terkait

Mana yang Lebih Pintar, Kucing atau Anjing? Ini Jawabannya Mana yang Lebih Pintar, Kucing atau Anjing? Ini Jawabannya
Mana yang Lebih Pintar, Kucing atau Anjing? Ini Jawabannya Mana yang Lebih Pintar, Kucing atau Anjing? Ini Jawabannya
Inilah Wanita Pertama Yang Mengelilingi Dunia Dengan Sepeda Ontel Inilah Wanita Pertama Yang Mengelilingi Dunia Dengan Sepeda Ontel

#Ikan #Air keruh #Penelitian #Penemuan Baru #Fakta Unik #Fakta Menarik #unik #hewan #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar