Sains Akui Ada yang Tetap 'Abadi' Setelah Kematian, Apakah Itu?

Ilustrasi otak manusia (Shutterstock)

Arah - Penelitian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa ternyata kematian bukanlah pemberhentian terakhir, sementara sejumlah observasi ilmiah menyimpulkan bahwa sebuah kehidupan dan kematian ternyata berkorespondensi dengan "alam lain" atau bisa disebut dengan "multiverse".

Asumsi ini mulai disempurnakan oleh teori ilmiah terbaru bernama biosentrisme.

Menurut teori teori baru tersebut, kendati tubuh dirancang untuk hancur sendiri, nyatanya ada satu "energi" yang tetap bekerja dalam otak, yaitu "perasaan hidup" (mengenai 'siapakah saya' dan 'apa yang sedang terjadi').

"Energi itu tidak ikut musnah ketika manusia mati," tulis ilmuwan terkemuka dunia dan pengarang buku "Biocentrism", Robert Lanza, dalam Huffington Post.

Sains sendiri meneorikan energi tak bisa mati, meskipun raga sudah mati.

Baca Juga: Mengapa Ikan Bisa Melihat di Air Keruh? Ini Jawabannya
Mengapa Saus Tomat Disebut Ketchup? Ini Sejarahnya...

Menurut Lanza, energi "perasaan hidup" itu tak tercipta, tapi tak juga bisa musnah. Lantas, apakah energi ini berpindah dari satu dunia ke dunia lain?

Satu eksperimen yang belum lama ini diekspos jurnal Science memperlihatkan para ilmuwan bisa mengubah sesuatu yang sudah terjadi di masa lalu.

Lewat percobaan menggunakan "beam splitter" (perangkat optik yang membelah berkas cahaya), partikel-partikel energi diputuskan keberadaannya.

Ternyata, dari sini dapat ditentukan apa yang berlaku pada partikel ini di masa lalu sehingga seseorang dapat menyelami pengalaman di masa lalu.

Kaitan antara pengalaman dan semesta ini melampaui gagasan-gagasan manusia mengenai ruang dan waktu. Tapi biosentrisme sendiri menyatakan, ruang dan waktu bukan objek sulit seperti yang dibayangkan.

Teori ini menganalogikan waktu sebagai udara yang sia-sia berusaha ditangkap manusia karena memang tak pernah bisa diraih. Demikian pula waktu.

"Anda tak bisa melihat apapun melalui tulang tengkorak yang menyelimuti otak Anda," kata Robert Lanza.
Dia melanjutkan, "Apa yang Anda lihat dan rasakan sekarang adalah putaran informasi pada otak Anda."

Menurut biosentrisme, ruang dan waktu adalah semata alat penghimpun informasi secara bersamaan.

Oleh karena itu, dalam dunia yang tidak ada waktu dan tidak ada ruang, tak ada istilah kematian.

Berita Terkait

4 Penyebab Mengapa Wanita Lebih Gampang Kedinginan Dibanding Pria 4 Penyebab Mengapa Wanita Lebih Gampang Kedinginan Dibanding Pria
Bukan Everest, Ternyata Ini Gunung Tertinggi di Dunia Bukan Everest, Ternyata Ini Gunung Tertinggi di Dunia
Mana yang Lebih Pintar, Kucing atau Anjing? Ini Jawabannya Mana yang Lebih Pintar, Kucing atau Anjing? Ini Jawabannya

#Sains/ Ilmiah #Kematian #Fakta Baru #Fakta Menarik #Penelitian #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar