Ini Pesan MUI Untuk Joshua dan Ge Pamungkas

Lawakkan artis Joshua Suherman dalam sebuah acara stand up comedy yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial, dinilai telah melecehkan Islam.

Arah -  Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin berpesan kepada komika Joshua Suherman dan Ge Pamungkas ke depannya untuk lebih bijak dalam memilih isi komedi sehingga tidak menyinggung urusan sensitif terutama soal agama.

"Kepada publik figur agar berhati-hati, punya 'self censorship' dan menahan pada hal sensitif terutama SARA karena mudah menimbulkan pertentangan di antara kita," kata Din di Jakarta, Kamis (11/1).

Din yang juga Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) menyesalkan persoalan tersebut.

Namun jika sudah terjadi, kata dia, sebaiknya masyarakat untuk tidak reaktif dengan tergesa-gesa melaporkan persoalan tersebut ke polisi.

Baca Juga: Diminta Setop Tenggelamkan Kapal, Ini tanggapan Susi
Bahas Pariwisata, Wali Kota Dari Jepang Temui Anies di Balai Kota

Terlebih, lanjut dia, Joshua sudah meminta maaf atas materi komedi yang dinilai melecehkan ajaran Islam itu. Persoalan Joshua sebaiknya tidak perlu dibawa ke ranah hukum.

"Apalagi yang bersangkutan sudah meminta maaf dan masalahnya tidak terlalu besar. Kalau saya membedakan persoalan Joshua itu dengan kasus pejabat publik, anggota DPR, menteri. Dia nampak terpeleset lidah dan minta maaf ya dimaafkan saja," katanya.

"Yang sudah terjadi itu kita lihat bobotnya. Bisa dilihat sengaja 'slip of the tongue' atau tidak sengaja," kata dia.

Terkait adanya unsur masyarakat yang melaporkan lawakan Joshua, Din mengatakan tindakan itu merupakan hak dari warga negara.

"Ya pasti ada. Mereka punya hak terganggu, tersinggung, itu sah-sah saja. Tapi terkait itu memang perlu menahan diri. Bagus kalau dua pihak bertemu kemudian saling memaafkan kemudian selesai," kata dia.

Din mengatakan persoalan membawa isu agama kerap menjadi persoalan rumit. Terdapat hal berbahaya jika hal itu dibenturkan dengan latar belakang perbedaan agama.

Dalam menyampaikan isi komedi, Din berharap agar kebebasan berekspresi yang dijamin demokrasi tidak disalahgunakan.

"Kita tetap berada di wilayah demokrasi agar kebebasan berekspresi tapi tidak berarti mengganggu kebebasan orang lain, menyampaikan ujaran kebencian. Maka jalan keluarnya agar menahan diri 'self censorship'," kata dia.

Berita Terkait

MUI: Keputusan Soal Penistaan Agama oleh Ahok Tidak Tergesa-gesa MUI: Keputusan Soal Penistaan Agama oleh Ahok Tidak Tergesa-gesa
Ini Penjelasan Ahli Bahasa Soal Kata 'Bohong' yang Diucapkan Ahok Ini Penjelasan Ahli Bahasa Soal Kata 'Bohong' yang Diucapkan Ahok
FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan

#Majelis Ulama Indonesia (MUI) #Penistaan Agama #Joshua #ge pamungkas #stand up comedy #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar