Percaya atau Tidak, Hewan Tikus Berperan Penting dalam Penelitian

Ilustrasi Tikus/twitter

Arah - Tikus adalah hewan kecil yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan kita. Kita sering kali menjumpai hewan ini disekitar lingkungan kita. Tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya tikus memiliki peranan yang penting dalam dunia medis. Tikus sering kali dijadikan sebagai bahan percobaan dalam dunia medis. Para ilmuwan menggunakan hewan kecil ini untuk mengujicoba hasil penelitian mereka.

Dalam dunia medis hampir 95% percobaan yang dilakukan pada hewan menggunakan tikus sebagai eksperimenya. Mengapa para peneliti atau ilmuwan memilih tikus sebagai hewan percobaan? Pemilihan tersebut bukan tanpa alasan. Nah berikut ini beberapa alasannya seperti dikutip dari berbagai sumber (16/1) :

1. Tikus memiliki tingkat reproduksi yang tinggi
Alasan yang pertama adalah tikus merupakan hewan yang tidak akan terancam punah. Penyebabnya adalah tikus memiliki proses reproduksi yang tidak terlalu lama. Selain itu, jangka waktu hidup mereka hanya berkisar antara dua hingga tiga tahun. Itulah mengapa tikus sering digunakan oleh peniliti dalam percobaannya.

2. Hewan ini Mudah dalam beradaptasi
Selain dari sisi populasi, pertimbangan lain adalah perilaku tikus itu sendiri. Hewan ini sangat gampang untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Selain itu, bentuk tikus yang kecil membuat para peneliti mudah dalam menanganinya.

3. Harga tikus yang murah dibanding hewan lain
Harga hewan ini tergolong murah. Hal ini akan menghemat biaya penelitian jika membutuhkan jumlah tikus yang banyak dalam percobaannya. Di sisi lain, tikus juga bisa dibeli dalam jumlah banyak.

Baca Juga: Tidak Bisa Tumbuh Dewasa, Wanita India Ini Dijuluki 'Gadis Tikus'
Seram,Negara Ini Memakai Tikus Mati Untuk Menyembuhkan Sakit Gigi

4. Struktur anatomi tikus yang tidak rumit
Perubahan pada struktur anatomi, fisiologi, dan genetika pada tikus saat percobaan lebih mudah dipahami oleh para peneliti. Selain itu, penyebab dari perubahannya juga mudah untuk dianalsisis. Itulah mengapa hampir 95% laboratorium menggunakan tikus dalam penelitiannya.

5. Karakteristik tikus yang mirip dengan manusia
Beberapa kajian tentang diabetes, obesitas, kanker, dan penyakit jantung menggunakan tikus dalam percobaannya. Hal ini dikarenakan karakter biologis dan tingkah lakunya yang mirip dengan manusia. Bahkan penyakit manusia juga bisa dimasukkan ke dalam tubuh tikus. Selain itu, struktur gen yang mirip dengan manusia juga membantu hasil penelitian yang lebih akurat.

Berita Terkait

3 Penelitian 'Aneh' Ini Dijamin Bikin Tepok Jidat 3 Penelitian 'Aneh' Ini Dijamin Bikin Tepok Jidat
Ini Tampang Manusia Jika Berumur 700 Tahun Ini Tampang Manusia Jika Berumur 700 Tahun
Terkuak Rahasia Kemampuan Paus Menahan Nafas di Laut Terkuak Rahasia Kemampuan Paus Menahan Nafas di Laut

#Tikus #Peneliti #Penelitian #Riset/ Penelitian Ilmiah #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar