Ini Alasan Pengelola Taman Nasional Komodo Batasi Pengunjung

Beberapa ekor Komodo (Varanus komodoensis) memakan mangsa di Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (24/5). Kawasan Taman Nasional Komodo yang telah dinobatkan menjadi "New Seven Wonders" itu merupakan salah satu dari sepuluh kawasan wisata utama yang dikembangkan pemerintah pada 2016. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Arah -  Otoritas Taman Nasional Komodo (TNK) berencana untuk membatasi jumlah pengunjung di destinasi wisata yang dihuni satwa purba komodo (Varanus komodoensis) itu mulai 2018.

"Pembatasan jumlah pengunjung itu akan kami terapkan untuk tiap objek destinasi tempat wisata baik di darat maupun lokasi selam," kata Kepala TNK Sudiyono saat dihubungi Antara dari Kupang, Sabtu.

Menurutnya, pembatasan wisatawan mancanegara dan domestik itu untuk meminimalisir dampak dari ekowisata terhadap lingkungan di kawasan TNK, mengingat arus kunjungan wisatawan yang terus membeludak seiring waktu.

TNK mencatat, arus kunjungan wisatawan ke TNK yang merupakan salah satu dari 10 destinasi unggulan nasional itu dalam tahun 2017 mencapai 119.599 orang atau naik 11,04 persen dari tahun 2016 sebanyak 107.711 orang.

Arus wisatawan yang membeludak itu, menurutnya, dikhawatirkan berdampak pada kondisi lingkungan maupun keberlangsungan hidup satwa komodo yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia (new seven wonderes) itu sendiri.

Untuk itu, lanjut Sudiyono, perlu adanya pembatasan jumlah pengunjung yang dilakukan secara tidak langsung dengan menaikan tarif kunjungan sesuai dengan pembagian rayon.

Ia menjelaskan, saat ini karcis masuk untuk pengunjung umum pada rayon III masih rendah dengan tarif Rp150.000 per orang per hari untuk wisatawan mancanegara dan Rp5.000 untuk wisatawan domestik.

Sementara tarif untuk rombongan pelajar atau mahasiswa masing-masing untuk mancanegara sebesar Rp100.000 per orang per hari dan domestik Rp3.000.

Tarif tersebut, katanya, masih lebih rendah dibandingkan dengan rayon II dengan tarif Rp250.000 per orang per hari untuk wisatawan mancenegara dan Rp20.000 untuk domestik.

Tarif untuk rayon I masing-masing Rp200.000 per orang per hari untuk wisatawan mancanegara dan domestik Rp10.000.

"Kunjungan yang saat ini masuk rayon III ini kami usulkan untuk nantinya jadi rayon I atau II," katanya.

Baca Juga: Wisata Komodo Raup Pendapatan Rp29,1 Miliar
Alami Kenaikan, Populasi Hewan Purba 'Komodo' Kini 3.012 Ekor

Ia menyebut, kenaikan tarif untuk wisatawan mananegara bisa mencapai 25 persen per rayon, sedangkan wisatawan domestik mencapai 50 persen dari tarif yang ada saat ini.

"Saat ini tarif masih terlalu murah untuk masuk TNK dengan sekali masuk bisa menjangkau seluruh objek," katanya.

Sudiyono berharap, rencana kenaikan tarif tersebut membuat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tetap tinggi, di sisi lain jumlah kunjungan bisa dikendalikan sehingga tekanan pengunjung terhadap kawasan konservasi lebih kecil.

"Rencana ini akan kami terapkan mulai 2018 ini namun tentu akan melalui tahap sosialisasi terlebih dahulu," katanya seperti dilansir Antaranews.

Berita Terkait

Alami Kenaikan, Populasi Hewan Purba 'Komodo' Kini 3.012 Ekor Alami Kenaikan, Populasi Hewan Purba 'Komodo' Kini 3.012 Ekor
Wisatawan Negara Ini Ternyata Paling Banyak Kunjungi Ibu Kota Wisatawan Negara Ini Ternyata Paling Banyak Kunjungi Ibu Kota
Libur Akhir Tahun, Bus Dilarang Naik ke Objek Wisata Breksi Libur Akhir Tahun, Bus Dilarang Naik ke Objek Wisata Breksi

#Wisatawan #Pariwisata #Objek Wisata #Wisatawan Lokal #Wisatawan Indonesia #Wisatawan Mancanegara #komodo #Pulau Komodo #Wisata Komodo #Pulau Flores #Wisata Flores #Destinasi Wisata #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar