Pemkab Aceh Tamiang Benahi Objek Wisata

Riam Kuala Parit (Foto : Instagram / prawirandika)

Arah -  Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh terus membenahi kawasan objek wisata, termasuk Riam Kuala Parit di Kecamatan Tamiang Hulu, yang kini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dan domestik.

"Kini Riam Kuala Parit sudah menjadi salah satu destinasi wisata di Aceh Tamiang yang mendunia, karena tak kurang dalam sebulan ada 100 wisatawan mancanegara berkunjung ke tempat itu," kata Bupati Aceh Tamiang Mursil kepada wartawan di Kualasimpang, Jumat.

Secara umum, satu bulan destinasi Riam Kuala Parit mencapai seribuan orang, disamping murah juga memanjakan mata dengan kemolekkan artepak bebatuan yang menabjukan.

Disebutkan, selama ini turis mancanegara mengetahui objek wisata Riam Kuala Parit yang indah tersebut dari gencarnya postingan di media sosial seperti facebook dan instagram.

Objek wisata Riam Kuala Parit merupakan kawasan gundukan batu besar, hasil evolusi jutaan tahun silam menjulang bak artepak membetuk bentangan karst yang eksotik dan fenomenal, sehingga menjadikan tempat tersebut sebagai destinasi utama di Kabupaten Aceh Tamiang.

Bentangan batu alam itu menciptakan pesona tersendiri, membentuk guratan ukiran candi membelah gemericik beningnya air Sungai Blutan. Celah demi celah guratan batu memberikan pemandangan mata yang sungguh mempesona seakan tak ingin berkedip.

Baca Juga: Ini Penyebab Kematian Gajah-Gajah di Aceh
Wujudkan Aceh Hijau, Museum Tsunami Ditanami Belasan Ribu Pohon

Di kelilingi oleh belantara hutan tropis Gunung Bukit Barisan memberikan nuansa tersendiri yang sangat eksotik dan menakjubkan, kicauan burung menghantarkan para turis yang berkunjung sebagai isyarat, selamat datang di tanah leluhurku, Raja Kaloy.

Eksotik bebatuan volkano Riam Kuala Parit menancapkan akar bebatuannya ke perut bumi, malu menampakan kemolekan tubuh indahnya. Muntahan air dari hulu bebatuan membentuk riam riam kecil, menimbulkan gelombang, cocok bagi arung jeram amatiran memulai debutnya.

Menurut Bupati, dari hasil informasi yang sudah ke sana, sepanjang mata memandang, sungguh tatapan dijejali dengan panorama yang tidak pernah dilihat di tempat lain di dunia manapun ada onggokan bebatuan yang menakjubkan.

Kebeningan airnya memaksa turis enggan beranjak pulang, saat menapaki Riam Kuala Parit. Suguhan demi suguhan bebatuan dan di selatannya terbentang air terjun kecil, melengkapi kemolekkan destinasi wisata di wilayah itu.

Dikatakan, Riam Kuala Parit juga menyimpan pesona satwa langka, burung rangkong, nuri, orangutan, harimau akar, beo, kakaktua dan masih banyak lagi jenis satwa langka ada di sana melengkapi keindahannya.

Ratusan arakarakan burung bangau di angkasa yang melintasi Riam Kuala Parit memberikan pemandangan tersendiri, saat senja menutupi ufuk barat langit leluhur Raja Kaloy.

Riam Kuala Parit, ada di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, atau 60 Km arah barat, Kota Kualasimpang, Ibukota kabupaten tersebut.

Sekitar 2 jam perjalanan dengan mengendarai mobil atau 1,2 jam dengan sepeda motor. Dari Kota Kualasimpang menuju Pulau Tiga, Ibukota Kecamatan Tamiang Hulu.

Dilansir dari Antaranews, jarak tempuh dari Kualasimpang menuju Pulau Tiga kurang lebih 45 menit, dengan kondisi jalan beraspal. Dari ibukota kecamatan menempuh jalan berbatu menuju arah barat lokasi wisata sekitar satu jam lima belas menit.

Jalan dari ibukota kecamatan di sekelilingnya para turis disuguhkan oleh pemandangan perkebunan rakyat dan hak guna usaha (HGU) perkebunan besar milik perusahaan. Perbukitan terjal dan tinggi serta panorama lebatnya bujuran bukit barisan.

Begitupun, kata Bupati, tak perlu cemas, meski menempuh jalan berbatu, kondisinya sangat baik, sebab sepanjang jalan menuju lokasi destinasi dirawat oleh HGU perusahaan perkebunan besar, sehingga tetap baik.

Diingatkan, bagi keluarga yang ingin menjajal keeksotikan Riam Kuala Parit, harus membawa perlengkapan, akomodasi yang cukup, peralatan berlindung dari hujan.

Sebab destinasi Riam Kuala Parit belum tersedia sarana dan prasarana akomodasi yang memadai, hanya balai singgah dan mushala saja yang ada.

"Secara perlahan kita akan benahi dan membangun sarana dan prasarana pendukung, sehingga pengunjung yang datang ke sana lebih nyaman," ujar Bupati Mursil.

Berita Terkait

Ini Alasan Pengelola Taman Nasional Komodo Batasi Pengunjung Ini Alasan Pengelola Taman Nasional Komodo Batasi Pengunjung
127 Kostum akan Tampil di Batam International Culture Carnival 127 Kostum akan Tampil di Batam International Culture Carnival
Pasangan Suami Istri di Belanda Ini, Promosikan Wisata Indonesia Pasangan Suami Istri di Belanda Ini, Promosikan Wisata Indonesia

#Pemerintah Aceh #wisata #Wisatawan #Objek Wisata #Wisatawan Lokal #Wisatawan Mancanegara #Pariwisata Aceh #Riam Kuala Parit #Media Sosial #Instagram #Facebook #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar