Kejagung Tindak Pidana Buronan Korupsi Dana Banjir DKI Jakarta

Sejumlah kendaraan menerobos banjir di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta, Selasa (21/2). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa ada 54 titik banjir yang tersebar di wilayah Jakarta dengan ketinggian bervariasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Arah -  Tim Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Tim Satgassus P3TPK) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus dengan dibantu Resmob Mabes Polri berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama tersangka inisial AP.

Tersangka AP, pegawai negeri sipil pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kota Administratif Jakarta Barat (Kasi Pemeliharaan periode Tahun 2013)

Penangkapannya di daerah Bojong Kulur Bogor pada Jumat, 2 Maret 2018 sekitar pukul 22.00 WIB selanjutnya oleh Penyidik dibawa ke kantor Kejaksaan Agung RI untuk menjalani pemeriksaan, kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan setelah selesai menjalani pemeriksaan, penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI selama 20 puluh hari terhitung sejak tanggal 3 Maret 2018 sampai dengan 22 Maret 2018.

"Itu berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-12/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 03 Maret 2018," katanya seperti dilansir Antaranews.

Baca Juga: Gus Mus Ingatkan Pentingnya Mengaji Dalam Beragama
Perubahan Masa Bakti Presiden China Mulai Dibahas

Tersangka masuk dalam DPO sejak tahun 2016 dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi penyalahgunaan Swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kota administratif Jakarta Barat tahun anggaran 2013 sebesar Rp14.181.578.526 untuk kegiatan diantaranya infrastruktur saluran lokal, saluran drainase jalan, dan perbaikan pengendali banjir, dengan kerugian Keuangan Negara senilai Rp5.158.574.542,80 berdasarkan hasil audit BPKP RI.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam perkara ini, beberapa terdakwa yang telah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yakni, Yoyo Suryanto bin Sutarya, Raden Sugiyanto, dan Subari, Nurhadi, dan Heri Setyawan.

Heddy Hamrullah, Binahar Pangaribuan, Ahmad Mawardy, Eko Prihartono, dan Arnold Welly Arde bin A. Doloksaribu.

Berita Terkait

Usut Korupsi Dana Bansos Pemprov DKI, Bareskrim Gandeng BPK Usut Korupsi Dana Bansos Pemprov DKI, Bareskrim Gandeng BPK
Pemprov DKI Siagakan 3000 Petugas Satpol PP di Lokasi Banjir Pemprov DKI Siagakan 3000 Petugas Satpol PP di Lokasi Banjir
Hujan Guyur Jakarta, Penantang Ahok 'Kebanjiran' Hujan Guyur Jakarta, Penantang Ahok 'Kebanjiran'

#Dana Bansos #korupsi #Korupsi Dana Bansos #Pengadilan Negeri Jakarta Pusat #Hukum Pidana #Dinas Pekerjaan Umum #pegawai negeri sipil #banjir #Banjir Jakarta #Kejagung #Dana APBN #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar