Diskominfosandi Kota Bekasi Siapkan Kanal Klarifikasi Hoaks

Banner Hoax(Foto:Istimewa)

Arah -  Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Bekasi, Jawa Barat, menyediakan sejumlah kanal klarifikasi hoaks guna mengantisipasi potensi konflik di wilayah hukum setempat.

"Masyarakat harus meneliti dan mencermati setiap berita atau informasi yang diterima. Karena saat ini banyak informasi yang diterima masyarakat, sumbernya tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Kepala Diskominfosandi Kota Bekasi Titi Masrifahati di Bekasi, Minggu.

Menurut dia, pihaknya telah membuka nomor aduan 1500444 bagi masyarakat yang butuh mengklarifikasi langsung pemberitaan hoaks kepada Diskominfosandi.

"Nomor ini bisa diakses siapa pun yang membutuhkan. Kami siapkan operator yang memiliki kemampuan untuk melacak akurasi sebuah pemberitaan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng komunitas Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Bekasi yang kini memiliki jejaring di 15 daerah di Indonesia.

Masyarakat dipersilakan untuk meminta narasumber dari Mafindo Bekasi jika membutuhkan sosialisasi terkait dengan penggunaaan internet yang sehat, dan tips untuk mendeteksi berita hoaks.

Mafindo akan melakukan cek fakta dengan jurnalis dan media "online", juga melakukan kegiatan edukasi literasi ke sekolah, pesantren, masjid, gereja, dan tempat publik lainnya.

Diharapkan kolaborasi itu mampu meningkatkan kemampuan masyarakat mengenali berita bohong, dan turut menghentikan penyebaran kabar hoaks.

Baca Juga: Prabowo Belum Putuskan Untuk Maju di Pemilu 2019
BNN Aceh Tembak Dua Pengedar Narkoba

Titi menambahkan bahwa pihaknya juga telah me-"launching" aplikasi verifikasi informasi untuk smartphone Android, yaitu Hoax Buster Tools yang bisa di-"download" secara gratis dari Play Store dan bisa untuk mencari tahu berita itu benar atau bohong, ataupun mencari berita yang bebas dari hoaks.

Ia menyebutkan beberapa ciri informasi hoaks yang tersebar di media sosial, seperti terdapat tanda seru dan ada ajakan untuk segera diviralkan. Informasinya juga biasanya dilebih-lebihkan.

Informasi hoaks yang tersebar di media sosial biasanya menyasar tiga hal, yakni isu SARA, politik, dan kesehatan.

"Itu berdasarkan hasil dari pantauan kami. Tiga hal itu yang sering kali menjadi sasaran hoaks," katanya.

Berita Terkait

Mendagri Dukung Upaya Polri Berantas Penyebar Hoaks Mendagri Dukung Upaya Polri Berantas Penyebar Hoaks
Pandji Pragiwaksono: Berita Hoax Bentuk Peremehan Intelektual Pandji Pragiwaksono: Berita Hoax Bentuk Peremehan Intelektual
Lawan hoax dengan Gerakan Sosial Lawan hoax dengan Gerakan Sosial

#Berita Hoax #Satgas Anti Hoax #Masyarakat Anti Hoax #Jaringan Wartawan Anti-hoax #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar