Data Ekonomi Dukung Dolar AS Menguat

Ilustrasi uang dolar dan rupiah(Foto:Istimewa)

Arah -  Kurs dolar AS diperdagangkan menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor memilah-milah sejumlah data ekonomi terbaru dari negara tersebut.

Dalam pekan yang berakhir 10 Maret, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran disesuaikan secara musiman mencapai 226.000, turun 4.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Kamis (15/3) setempat.

Rata-rata pergerakan 4-minggu mencapai 221.500, turun 750 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya.

Dalam laporan terpisah, departemen tersebut mengumumkan bahwa harga impor AS meningkat 0,4 persen pada Februari, mengalahkan konsensus pasar sebesar 0,3 persen, sementara harga untuk ekspor AS naik 0,2 persen pada Februari menyusul kenaikan 0,8 persen di bulan sebelumnya.

Baca Juga: Presiden Minta Perbankan Nasional Sediakan Kredit Pendidikan
Google Buka Google Maps Untuk Pengembang Game AR

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,45 persen menjadi 90,135 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,2303 dolar AS dari 1,2374 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3934 dolar AS dari 1,3972 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7798 dolar AS dari 0,7881 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,25 yen Jepang, lebih rendah dari 106,29 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9516 franc Swiss dari 0,9448 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3057 dolar Kanada dari 1,2941 dolar Kanada, demikian Xinhua yang dilansir Antaranews.

Berita Terkait

Aksi Jual Saham, Dolas AS Kini Menguat Aksi Jual Saham, Dolas AS Kini Menguat
Tertekan Penguatan Dolar AS, Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar AS, Harga Emas Turun
Rabu Sore, Rupiah Menguat 28 Poin Rabu Sore, Rupiah Menguat 28 Poin

#Kurs Dolar AS #Perdagangan #Ekspor #Impor #mata uang #Pengangguran #Jepang #Swiss #New York #Indeks Stoxx Europe #Investor #Investor Asing #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar