Setnov Akui Kesalahan Terbesarnya Adalah Suka Membantu Orang

Setya Novanto (foto: Istimewa).

Arah -  Mantan Ketua DPR Setya Novanto mengaku bahwa kesalahan terbesarnya di proyek KTP elektronik adalah terlampau suka membantu orang lain.

"Pendapat saya, keadaan ini sering terjadi karena orang minta tolong ke saya karena saya ini orang yang dari bawah dulu, saya pernah jadi pembantu, supir, terus saya sukses, dan kesuksesan saya rasa karena saya merasa karena dibantu orang jadi saya ingin selalu membantu kalau ada orang menghadapi masalah, ini kesalahan saya terbesar," kata Setya Novanto (Setnov) sambil terbata dalam sidang pemeriksaan terdakwa KTP-e di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (22/3).

Setnov menyampaikan permintaan maaf atas kesalahannya tersebut.

Ia bahkan mencontohkan pernah ada tentara jenderal bintang dua yang datang ke rumahnya dan mengaku akan memberikan pekerjaan kepada seseorang karena seseorang itu mengaku dekat dengan Setnov. Bukti kedekatan itu hanyalah dari foto bersama dengan Setnov.

"Wah betul ini pernah ke rumah saya, dia hanya minta foto, jadi dari foto saja bisa dijual untuk kepentingan proyek sehingga ini yang saya rasakan sehingga pekerjaan ini ternyata ada pekrjaan yang sangat besar," ucap Setnov.

[baca_juga]

Setnov mengaku para pengusaha yang terlibat dalam proyek KTP-e yaitu Direktur PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo dan pemilik OEM Investmen Pte.LTd dan Delta Energy Pte.Lte Made Oka Masagung serta Direktur Sandipala Arthaputra Paulus Tannos.

"Paulus Tanos menyampaikan ke saya bahwa dia akan membawa Oka Masagung, nah mereka sudah kenal sebelumnya, jadi bukan dikenalkan tapi justru Oka Masagung di situ pada pertemuan Oktober 2011, kalau saya baca September dia juga bertemu Anang. Andi yang menyampaikan, waktu Oka bertanya tidak pernah menyampaikan ke Andi karena sejujurnya belum disampaikan ke orang banyak menyangkut masalah uang," jelas Setnov.

Sehingga Setnov pun mengaku tidak paham mengenai penerimaan uang sebesar 7 juta dolar AS.

"Saya tidak tahu sama sekali, angka 7 juta dolar AS saya tidak pernah saya dengar sama sekali," tambah Setnov.

Berita Terkait

Kenang 47 Tahun Silam, DPR RI Ungkap Rahasia Manjakan Raja Salman Kenang 47 Tahun Silam, DPR RI Ungkap Rahasia Manjakan Raja Salman
DPR: Golkar Belum Ajukan Nama Pengganti Setnov DPR: Golkar Belum Ajukan Nama Pengganti Setnov
Sambut Raja Salman, Setya Novanto Tiba di Gedung DPR RI Sambut Raja Salman, Setya Novanto Tiba di Gedung DPR RI

#Setya Novanto #DPR RI #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar