Nilai Tukar Rupiah Melemah Menjadi Rp13.772 Per Dolar AS

Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran uang asing. (Antara Foto/ Rivan Awal Lingga)

Arah -  Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Jumat pagi turun sembilan poin menjadi Rp13.772 per dolar AS dari Rp13.763 per dolar AS menyusul pengumuman kenaikan suku bunga The Federal Reserve Amerika Serikat.

"Volatilitas rupiah diperkirakan cenderung terbatas ke depannya menyusul outlook kenaikan suku bunga The Fed sesuai dengan estimasi pasar sehingga kondisi itu dapat meredam dana keluar dari dalam negeri," kata Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere.

Ia mengemukakan The Fed mengindikasikan tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini, serta menyatakan akan berhati-hati untuk mempertimbangkan kelanjutan langkah menaikkan suku bunga selanjutnya.

Menurut Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong, kurs dolar AS bergerak terbatas setelah ada kabar Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memberlakukan kenaikan tarif impor pada barang-barang Tiongkok.

Baca Juga: Demokrat Sesalkan Pernyataan Sekjen PDIP Terkait KTP Elektronik
13 Tewas Dalam Sehari Penggerebekan Narkotika di Filipina

"Situasi itu memicu kekhawatiran perang dagang yang akhirnya dapat menahan perekonomian AS sendiri," katanya seperti dilansir Antaranews.

Dari dalam negeri, lanjut dia, secara umum fundamental ekonomi Indonesia relatif masih kondusif namun potensi pembalikan arah nilai tukar rupiah ke area positif masih cukup terbuka.

Berita Terkait

Kamis Pagi, Nilai Tukar Rupiah Rp13.678 Kamis Pagi, Nilai Tukar Rupiah Rp13.678
Rabu Pagi, Rupiah Turun Menjadi Rp13.685 Per Dolar AS Rabu Pagi, Rupiah Turun Menjadi Rp13.685 Per Dolar AS
Kamis Pagi, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp13.425 Kamis Pagi, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp13.425

#Suku Bunga #investasi #Rupiah #Uang Rupiah #Rupiah Melemah #Uang Dolar #Kurs Dolar AS #Tiongkok #Amerika Serikat #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar