Masyarakat Lereng Merapi Tetap Tekuni Sapi Perah

Sebagian Orang Kira Susu Cokelat Berasal dari Sapi Cokelat. (Foto: Shutterstock)

Arah - Masyarakat di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tetap menekuni ternak sapi perah meskipun saat ini sektor pariwisata "volcano tour" sedang berkembang di wilayah setempat.

"Jumlah peternak sapi perah lereng Merapi, sudah pulih seperti sebelum bencana erupsi besar 2010. Masyarakat yang dulu sebelum erupsi merupakan peternak sapi perah, sekarang sudah beternak meskipun mereka juga disibukkan dengan kegiatan pariwisata `volcano tour`," kata anggota koperasi susu sapi, Barokah, di Dusun Pangukrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Maryono, Sabtu.

Menurut dia, masyarakat lereng Merapi yang sebelum bencana besar lalu beternak, kini sudah kembali memiliki sejumlah sapi perah lagi untuk usaha ekonomi utama keluarga.

"Mereka ternak sapi ada yang `nggaduh` (bagi hasil dengan pemilik sapi), ada juga yang membeli. Meski sudah banyak yang beraktivitas sebagai pelaku wisata," katanya.

Ia mengatakan, saat ini keadaan lereng Gunung Merapi juga sudah pulih sehingga masyarakat tidak kesulitan mencari pakan sapi dari tumbuhan hijau dan rumput.

"Pakan sudah ada banyak sekarang, kawasan yang dulu terdampak erupsi sudah kembali hijau dan banyak ditumbuhi rumput," katanya.

Baca Juga: Wisata Gunung Merapi dipasarkan untuk Turis Vietnam
Nyadran, Harmoni di Kaki Merapi dan Merbabu

Maryono mengatakan setiap harinya, di koperasi Barokah Cangkringan ini mampu menjual sebanyak 400 liter susu sapi perah, dari warga peternak, yang berjumlah sekitar 30 orang.

Peternak lain Tukinem mengatakan pascaerupsi Merapi 2010, di daerah Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan memang berubah menjadi tempat wisata, berupa "volcano tour", berupa menjelajah tempat-tempat bekas terkena lahar panas, memakai Jip ataupun motor trail yang telah disediakan oleh para pelaku wisata untuk disewakan.

"Saat erupsi Merapi 2010 sapi perah peliharaan pada mati, Sekarang sudah beli dan mulai beternak lagi," ada tiga ekor," kata Tukiyem warga Pangukrejo, Cangkringan.

Ia mengaku tak bisa lepas dari profesi beternak sapi perah yang sudah turun temurun ini. Meski dari suaminya sebagai pelaku wisata juga, sudah cukup menghasilkan.

"Suami saya yang fokus di wisata `Lava Tour Merapi`," katanya.

Berita Terkait

Jalur Pendakian Rinjani Ditutup Dari 1 Januari-31 Maret 2018 Jalur Pendakian Rinjani Ditutup Dari 1 Januari-31 Maret 2018
KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak... KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak...
Pemprov DKI Terus Sempurnakan Penataan Kawasan Tanah Abang Pemprov DKI Terus Sempurnakan Penataan Kawasan Tanah Abang

#Gunung #wisata gunung #Gunung Merapi #Wisatawan #Sapi Lokal #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar