Airlangga Hartarto Ingin Pengusaha Muda Tangkap di Era Digital

Arsip Foto. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memperhatikan prototipe kendaraan pedesaan yang diberi nama Moda Angkutan Hemat Pedesaan (Mahesa) Nusantara produksi Bengkel Kiat Motor di Klaten, Jawa Tengah, Jumat. (ANTARA News/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)

Arah -  Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, berharap kepada para pengusaha muda untuk dapat mengambil kesempatan di era digital saat ini.

“Peluang masih terbuka luas, karena industri membutuhkan peluang yang namanya economies of scale. Seperti industri rumahan saat ini, sudah bisa menjangkau pasar, tidak harus mampu sewa tempat di mall terlebih dulu,” imbuhnya.

Maka itu, para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar dapat memanfaatkan beberapa fasilitas taman teknologi yang dibangun oleh Kemenperin.

Misalnya di Bandung Techno Park, mereka bakal memperoleh program pembinaan dan pelatihan guna pengembangan inovasi dan daya saing produknya.

“Mereka bisa memakai gedung tersebut sampai mempunyai revenue. Setelah mempunyai revenue, mereka bisa sewa di tempat yang lain,” kata dia.

Selain itu, Kementerian Perindustrian juga memiliki Bali Creative Industry Center (BCIC), di mana produk-produk yang dihasilkan mereka telah dipasarkan.

“Melalui techno park itu Kementerian Perindustrian ingin terus mendorong inovasi, termasuk didukung adanya Apple center di Bumi Serpong Damai, dan janjinya akan dibangun lagi di daerah lain,” tuturnya.

Menurut Airlangga, Apple mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara ketiga sesudah Brasil dan Italia atau menjadi negara pertama di Asia, sebagai lokasi mereka membangun pusat inovasi.

[baca_juga]

“Diharapkan, dengan ditopang oleh fasilitas tersebut, Indonesia bisa meng-create the new silicon valley. Ini merupakan potensi kita yang ada di tangan seluruh para pengusaha kita, terutama generasi muda, termasuk HIPMI yang akan menjadi tulang punggung the new economy Indonesia,” lanjutnya.

Indonesia telah menyiapkan lima sektor industri yang akan menjadi percontohan dalam implemntasi Industri 4.0. Ini sesuai yang akan dijalankan pada roadmap Making Indonesia 4.0 Kelima sektor tersebut, yaitu industri otomotif, makanan dan minuman, tekstil, elektronik, serta kimia.

“Jadi ada unggulannya atau champion, sehingga industri lain bisa melihat dan mencontoh,” kata dia seperti dilansir Antaranews.

Misalnya di industri otomotif, sebagian pabrik sudah melakukan otomatisasi. Langkah selanjutnya, yang terpenting adalah melihat prospek pasar saat ini, terutama untuk ekspor.

“Memperluas pasar ekspor itu tergantung dari jenis kendaran. Kendaraan di seluruh dunia, permintaan besarnya adalah jenis sedan. Sedangkan di Indonesia lebih mengembangkan yang tujuh bangku, sehingga perlu ada penyesuaian,” jelas Airlangga.

Berita Terkait

Kemenperin Akan Sampaikan Target Pertumbuhan Industri 2018 Kemenperin Akan Sampaikan Target Pertumbuhan Industri 2018
Kemenperin Kembali Berlakukan Restrukturisasi Mesin Tekstil Kemenperin Kembali Berlakukan Restrukturisasi Mesin Tekstil
Makin Diminati, Vietnam Terus Berinovasi Sepeda Listrik Makin Diminati, Vietnam Terus Berinovasi Sepeda Listrik

#Menteri Perindustrian #Airlangga Satriadi Yudhoyono #pengusaha muda #Era Digital #Industri Kecil Menengah #Kementerian Perindustrian #teknologi #Inovasi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar