Asita Ungkap UNESCO Bahas Masalah Sampah Para Wisata TN Komodo

Beberapa ekor Komodo (Varanus komodoensis) memakan mangsa di Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (24/5). Kawasan Taman Nasional Komodo yang telah dinobatkan menjadi "New Seven Wonders" itu merupakan salah satu dari sepuluh kawasan wisata utama yang dikembangkan pemerintah pada 2016. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Arah - Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur Abed Frans mengemukakan, masalah sampah di Taman Nasional (TN) Komodo sudah disoroti UNESCO, lembaga kebudayaan resmi milik PBB, karena belum dituntaskan.

"Selama ini wisatawan asing memang paling mengeluh soal sampah di TN Komodo, masalahnya sekarang belum teratasi juga sehingga lembaga internasional UNESCO pun sudah mulai menyoroti," kata Abed Frans di Kupang, Senin.

Ia menjelaskan, para wisatawan mengutarakan pengalaman mereka menyelam di perairan TN Komodo pada tahun-tahun sebelumnya mendapati pemandangan yang berbeda dengan kondisi saat ini.

"Kasihan wisatawan yang spesialis menyelam dan berselancar, bukannya pemandangan bawah laut indah yang mereka dapati tapi malah sampah dan dampak kerusakan ekosistem yang dijumpai," katanya.

Abed Frans mengaku khawatir jika persoalan ini tidak ditangani lebih serius oleh pemerintah daerah maupun otoritas terkait, maka kerusakan lingkungan laut di kawasan wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodo (varanus komodoensis) itu akan mencapai titik kritis.

Untuk itu, ia meminta agar pengawasan intensif terhadap kawasan perairan serta penerapan aturan yang tegas terhadap aktivitas nelayan yang tidak ramah lingkungan.

Baca Juga: ASITA Kecam Pemandu Wisata Bermain-main dengan Komodo
Ini Alasan Pengelola Taman Nasional Komodo Batasi Pengunjung

"Karena ini bukan lagi persoalan sepele mengingat dunia pun sudah menyoroti, jika tidak diatasi maka dampak selanjutnya wisatawan akan berpindah ke lokasi selam atau berselancar lainnya," katanya.

Ia memastikan, ASITA sebagai bagian dari pelaku wisata siap membantu otoritas terkait untuk penanganan masalah sampah di Taman Nasional Komodo.

"Melalui perwakilan kami di Manggarai Barat bersama himpunan pramuwisata setempat siap membantu penanganan sampah ini," katanya.

Berita Terkait

Wisata Komodo Raup Pendapatan Rp29,1 Miliar Wisata Komodo Raup Pendapatan Rp29,1 Miliar
ASITA Kecam Pemandu Wisata Bermain-main dengan Komodo ASITA Kecam Pemandu Wisata Bermain-main dengan Komodo
Tangani Masalah Sampah, TNK Libatkan Tiga Desa Setempat Tangani Masalah Sampah, TNK Libatkan Tiga Desa Setempat

#komodo #Desa Komodo #Pulau Komodo #Wisata Komodo #wisata ntt #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar