BMKG: Yogyakarta Masih Berpotensi Hujan

musim hujan (shutterstock)

Arah -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisiki Daerah Istimewa Yogyakarta memprakirakan awal musim kemarau di Yogyakarta masih berpotensi hujan ringan.

"Potensi hujan di awal-awal musim kemarau ini masih ada tetapi dengan kategori yang ringan," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiono di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Djoko, secara umum Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sudah masuk musim kemarau. Rata-rata kondisi cuaca cerah berawan di siang hari dengan suhu udara maksimum mencapai 32-34 celsius. "Sedangkan di malam hingga pagi hari suhu minimum bisa mencapai 21-23 celsius," kata dia.

Menurut Djoko, wilayah yang berpotensi muncul hujan ringan khususnya di wilayah dataran tinggi utara Yogyakarta seperti kawasan Gunung Merapi, Kaliurang, Kulonprogo Utara seperti di Kalibawang.

Selain potensi hujan, menurut Djoko tinggi gelombang di selatan Jawa dan Yogyakarta juga cukup tinggi yang mencapai 2-3 meter di atas permukaan laut.

Ia mengimbau pada masyarakat memasuki musim kemarau agar bisa menjaga kesehatan terutama mengurangi aktivitas di luar ruangan mengingat suhu di siang hari cukup tinggi.

Baca Juga: Waspada, Hari Ini Jakarta Berawan dan Sebagian Hujan
Jabotabek Diprediksi Hujan Hari Ini

"Serta para nelayan untuk berhati-hati dengan gelombang laut yang cukup signifikan," kata dia seperti dilansir Antaranews.

Menurut Djoko, awal musim kemarau terjadi secara bertahap mulai akhir April lalu dimulai dari bagian timur-selatan Yogyakarta dengan curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian, selanjutnya tengah-barat dan terakhir di utara Yogyakarta.

"Paling awal terutama Gunung Kidul bagian timur-selatan, kecuali Kecamatan Gedangsari dan Ngawen bagian utara," kata dia.

Selanjutnya, sebagian wilayah Kabupaten Kulon Progo meliputi Temon bagian timur, Kokap bagian timur, Wates, Pengasih, Panjatan, Lendah, Galur, Sentolo, serta Nanggulan. Adapun paling akhir kemarau terjadi di Pakem bagian utara atau kawasan Gunung Merapi.

Berita Terkait

BMKG Jelaskan Penyebab Cuaca Panas Yogyakarta BMKG Jelaskan Penyebab Cuaca Panas Yogyakarta
Waspada, Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Laut Maluku Waspada, Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Laut Maluku
Kota Yogjakarta Masuk Puncak Musim Hujan Kota Yogjakarta Masuk Puncak Musim Hujan

#BMKG #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) #hujan #Musim Hujan #Hujan Ringan #Potensi Hujan #Gelombang Tinggi #kesehatan #Dataran Tinggi Dieng #Yogjakarta #Gunung Merapi #Nelayan #Gunung Kidul #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar