Wartawan Harus Mampu Menjadi Pengusaha

Ilustrasi Jurnalis. (Foto: shutterstock)

Arah - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Zeth Sahuburua menantang para wartawan di Kota Ambon dan Maluku untuk tidak hanya menjadi jurnalis andal dan profesional, tetapi mulai melirik sektor kewirausahaan sebagai salah satu peluang untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan keluarga.

"Saya menantang para wartawan di Ambon dan Maluku untuk menjadi wirausaha baru yang mamu melihat dan memanfaatkan peluang usaha yang tersedia, di samping tugas jurnalistik sebagai profesi utama," kata Zeth dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten II Setda Maluku, Marietje Lopulalan, pada pelatihan vokasi kewirausahaan bagi wartawan Maluku, di Ambon, Selasa.

Menurutnya, kewirausahaan merupakan perilaku, semangat dan kemampuan untuk memberikan semangat positif terhadap peluang memperoleh keuntungan bagi diri sendiri atau pelayanan yang lebih baik kepada orang lain.

Karakter dan kemampuan wirausaha sangat penting untuk mempelajari dan dipublikasikan di era saat ini apalagi dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Karena itu atas nama pemprov Maluku saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada pengurus PWI Pusat, PWI Maluku dan dan Bank Mandiri yang menggagas dan menyelenggarakan pelatihan vokasi kewirausahaan bagi wartawan di Maluku," tegasnya.

Dia menilai wartawan perlu memiliki kemampuan kewirausahaan mengingat tugas dan tanggung jawab dalam menyebarluaskan berita dan informasi bagi masyarakat sangatlah penting, terutama mengembangkan media yang mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat," tegasnya.

"Pers sebenarnya merupakan cerminan realitas sosial yang terjadi dalam masyarakat. Oleh karena itu berita dan informasi yang diberitakan haruslah merefleksikan realitas objektif yang benar-benar terjadi sesuai dengan yang dilihat, didengar dan diketahui wartawan. Bukan sekedar kabar angin, opini, fantasi atau perkiraan wartawan sendiri. Dengan demikian profesionalisme wartawan menjunjung tinggi etika jurnalistik sangat diutamakan.

Dalam era milenial saat ini, profesi wartawan sangat rentan bersentuhan dengan uang dan kekuasaan. Dengan demikian kepentingan profesi dan kebutuhan hidup keluarga bercampur menjadi satu dan sering bertolak belakang.

Dengan kemampuan kewirausahaan tentunya akan memotivasi para wartawan untuk kreatif, inovatif dan tertantang membangun usaha sebagai alternatif pekerjaan sampingan diluar tugas pokok jurnalistiknya, sehingga para pekerja jurnalistik semakin sejahtera, idealis serta tidak mudah dimanfaatkan kelompok kepentingan dan profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab profesinya.

"Banyak hal menarik yang dapat dipelajari dari karakter dan kemampuan seseorang berjiwa wirausaha diantaranya keberanian mengambil resiko, strategi mengatasi masalah, komunikasi, cara mengubah ide menjadi sebuah rencana serta menangkap dan mengelola peluang demi kemajuan," tandasnya.

[baca_juga]

Dia berharap pelatihan vokasi kewirausahaan tidak sekedar membuka kesempatan berusahaan bagi wartawan semata, tetapi mampu memberikan dampak untuk menantang keberanian wartawan mengembangkan usaha sampingan demi kehidupan dan kesejahteraan keluarganya, sekaligus menjadi wirausahaan muda di masa mendatang.

Berita Terkait

Dunia Jurnalis Membawa'Meutya Hafid' Hijrah ke Politik Dunia Jurnalis Membawa'Meutya Hafid' Hijrah ke Politik
Jurnalis Harus Tahu Dampak Dari Sebuah Pemberitaan Jurnalis Harus Tahu Dampak Dari Sebuah Pemberitaan
Nongkrong Asik? Ya..di Jakarta Nongkrong Asik? Ya..di Jakarta

#Jurnalis #Jurnalistik #Mahasiswa Jurnalistik #Penghargaan Jurnalisme #pengusaha #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar