Delapan Startup Indonesia akan Pameran di Australia

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara (kedua kanan) bersama Executive Director ICT Watch, Donny Budi Utoyo (kedua kiri), Chief Executive Kibar, Yansen Kamto (kanan) dan Potion Master Lab Kinetic, Wicak Hidayat (kiri), berbicara dalam seminar Gerakan 1000 Startup Digital Nasional di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (19/3). (ANTARA)

Arah -  Badan Ekonomi Kreatif berpartisipasi dalam konferensi teknologi Centrum fur Buroautomation, Informationteknologie und Telekomunikation (CeBIT) 2018 yang akan diadakan di Sydney, Australia, menyediakan paviliun Indonesia yang akan diisi oleh perusahaan rintisan dari Indonesia.

“Bekraf dalam hal ini Deputi Pemasaran dan Deputi Infrastruktur bekerjasama dengan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Sydney menyediakan paviliun Indonesia berjudul Archipelageek bagi para delegasi,” kata Deputi IV Bidang Pemasaran Bekraf, Joshua Puji Mulia Simandjuntak, dalam keterangan pers yang diterima ANTARA News, Kamis.

Squline, Medico, 8Villages Indonesia, Nicslab, Yava-Solusi 247, Jojonomic, Ukirama, dan Metabuilders (Merakyat.co) akan berpameran di paviliun Archipelageek di acara tersebut pada 15-17 Mei.

Selama berpameran, mereka diharapkan akan melakukan business matching dengan pelaku bisnis yang hadir di sana. Mereka juga akan diberi pembekalan mengenai kesempatan perusahaan rintisan dan teknologi finansial untuk memasuki pasar Australia.

Baca Juga: Wartawan Harus Mampu Menjadi Pengusaha
Suzhou Dorong Pengusaha Setempat Berinvestasi ke Indonesia

Delapan startup yang terpilih sudah melalui seleksi dari kurator yang terdiri dari Direktur Fasilitasi TIK Bekraf Muhammad Neil El Himam, Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bekraf Boni Pudjianto, Kepala ITPC Sydney Agung Haris Setiawan, Founder & Chief Executive DailySosial.id Rama Mamuaya, dan Founder Indonesian Android Community Agus Hamonangan.

Partisipasi perusahaan rintisan asal Indonesia diharapkan akan menghasilkan kolaborasi dengan pelaku industri teknologi intrenasional agar dapat mendukung pertumbuhan ekosistem di Indonesia.

Berita Terkait

Pameran InaWeek di Shanghai Promosikan Asian Games 2018 Pameran InaWeek di Shanghai Promosikan Asian Games 2018
Dukung Komunitas Start Up, Google dan KIBAR Resmikan Markas Baru Dukung Komunitas Start Up, Google dan KIBAR Resmikan Markas Baru
Panitia Tunggu Kepastian Dana Tambahan Asian Games 2018 Panitia Tunggu Kepastian Dana Tambahan Asian Games 2018

#Startup #Startup Pahlawan Ekonomi #Pertumbuhan Ekonomi #Australia #pameran #Pameran Ekonomi Kreatif #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar