Terduga Teroris Asal Blitar Dikenal sebagai Ustaz

Petugas kepolisian melakukan penjagaan saat berlangsung penggeledahan oleh tim Densus 88 Mabes Polri di salah satu ruko di kawasan Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (29/5). Penggeledahan menyusul ditangkapnya seorang terduga teroris berinisial WY di Polokarto, Sukoharjo, yang diduga terkait dengan kelompok Nur Solihin. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Arah -  Terduga teroris yang diamankan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, Syamsul Arifin (37) asal Desa Jatinom, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dikenal sebagai ustaz oleh para tetangganya.

Ketua RT di lingkungan Syamsul Arifin, yaitu Sutikno mengatakan Syamsul memang warga yang tinggal di lingkungannya. Ia sudah lama tinggal dan keseharian dikenal sebagai ustaz.

"Dia betul warga sini, sejak kecil di daerah sini. Untuk kesehariannya, setahu saya dia ustaz," kata Sutikno di rumahnya, Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu.

Ia mengatakan, sosok Syamsul dikenal baik, namun ia tidak terlalu akrab. Ia terakhir kali bertemu dengan yang bersangkutan sekitar lima hari lalu, setelahnya sudah tidak tahu lagi, hingga mendengar kabar warganya itu dibawa oleh polisi.

Perihal istri Syamsul, Sutikno mengaku juga tidak terlalu akrab. Dirinya hanya tahu keseharian istri Syamsul lebih banyak di rumah.

"Kalau istri di rumah, tidak ada kegiatan. Sehari-hari jalan saja," katanya.

Baca Juga: Jenazah 12 Korban Bom Surabaya Diserahkan Kepada keluarga
10 Orang Jadi Korban Ledakan Bom di Mapolrestabes Surabaya

Sementara itu, Kurniawan, salah seorang tetangga mengatakan sebenarnya Syamsul mempunyai hubungan baik dengan tetangga. Syamsul biasanya berjualan buku. Ia juga tidak menyangka jika tetangganya itu dibawa aparat penegak hukum.

"Kalau keseharian jualan buku. Di lingkungan juga biasa, hubungannya baik dengan para tetangga, hanya di luaran saya tidak tahu," katanya seperti dilansir Antaranews.

Rumah Syamsul yang ada di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, telihat sepi. Namun, tidak ada garis polisi di rumah tersebut, walaupun polisi telah membawa yang bersangkutan. Untuk dua anak mereka, belum diketahui pasti, termasuk apakah ikut dibawa petugas.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Mabes Polri dilaporkan telah berhasil menangkap Ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur Abu Umar alias AU di Singosari, Kabupaten Malang. Hal itu diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Frans Barung Mangera mengungkapkan AU adalah Abu Umar alias Syamsul Arifin warga Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Ia ditangkap bersama istrinya Wahyu Mega Wijayanti (40) di sebuah rumah kontrakan di Singosari, Malang.

Selain menangkap Abu Umar dan istrinya, Densus juga menangkap terduga teroris lainnya. Secara total terdapat 14 terduga teroris hidup-hidup yang diamankan dan terdapat tiga terduga lainnya yang terpaksa ditembak, karena melawan petugas.

Penangkapan 14 terduga teroris itu dilakukan sejak Senin (14/5) hingga Selasa (15/5). Penangkapan mereka adalah bagian dari penindakan setelah terjadi rentetan bom yang mengguncang Surabaya dan Sidoarjo.

Berita Terkait

Densus 88 Amankan Pemuda Terduga Teroris di Sukabumi Densus 88 Amankan Pemuda Terduga Teroris di Sukabumi
Polda Jatim Benarkan Densus 88 Tanggkap Anggota DPRD Pasuruan Polda Jatim Benarkan Densus 88 Tanggkap Anggota DPRD Pasuruan
Begini Kronologi Penangkapan 3 Terduga Teroris di Bandung Begini Kronologi Penangkapan 3 Terduga Teroris di Bandung

#teror #teroris #teror bom #Terduga Teroris #teror mabes polri #Ustaz Indonesia #Densus 88 #Mabes Polri #Blitar #Jawa Timur #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar