DPR Desak PBB Masukan OPM Sebagai Organisasi Teroris

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto: Arah.com)

Arah -  Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendesak Persatuan Bangsa-Bangsa memasukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai organisasi teroris karena tindakan mereka sudah membunuh secara brutal dan meneror warga sipil tidak berdosa.

"Kalau kita mau, kita biaa mendesak PBB memasukan OPM sebagai organisasi teroris sebagaimana definisi PBB itu sendiri. Mereka telah membunuh secara brutal dan meneror warga sipil tidak berdosa," kata Bambang dalam Rapat Paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Hal itu dikatakannya terkait kasus tewasnya 31 pekerja di daerah Nduga, Papua beberapa waktu lalu.

Bambang menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa penembakan karyawan PT. Istaka Karya di Papua yang dilakukan OPM.

Dia menilai tindakan penembakan itu sudah bertindak di luar batas dan seharusnya sudah bisa dikategorikan sebagai tindakan teroris.

Baca Juga: Seperti Apa Fungsi Smartphone 50 Tahun Lagi?
Dijual! Ini Harga Dan Penampakkan Kostum Iron Man

"DPR mengutuk keras kelompok pembantai bersenjata di Papua yang telah melakukan tindakan keji terhadap warga tidak berdosa," ujarnya seperti dikutip antara.

Bambang mengatakan DPR juga berharap pemerintah dapat mengambil tindakan tegas dan keras terhadap pelaku dan memulihkan kondisi keamanan di Papua.

Anggota Komisi I DPR Sukamta dalam interupsinya di Rapat Paripurna DPR, menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia harus mencari solusi yang cerdas dalam menyejahterakan masyarakat Papua namun juga menghormati adat istiadat warga Papua.

Baca Juga: Seperti Apa Fungsi Smartphone 50 Tahun Lagi?
Dijual! Ini Harga Dan Penampakkan Kostum Iron Man

"Hal itu harus dilakukan agar mereka merasa nyaman bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.

Sukamta mengatakan kasus pembunuhan terhadap 31 pekerja tersebut tidak boleh berlalu begitu saja sehingga harus dituntaskan dengan menangkap para pelakunya.

Menurut dia, gerombolan bersenjata di Papua jangan hanya disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) padahal mereka merupakan organisasi militer yang memiliki senjata.

"Kami harapkan pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait Operasi Militer Selain Perang (OMSP) agar digunakan untuk mengatasi persoalan terorisme di Papua," ujarnya.

Dia mengatakan, Peraturan Pemerintah (PP) terkait Operasi Militer Selain Perang (OMSP) itu merupakan tindak lanjut dari UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI dan UU nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Menurut dia, aturan tersebut diperlukan agar kasus di Papua dapat diselesaikan segera sehingga masyarakat Papua merasa aman dan nyaman bergabung dengan NKRI.

Berita Terkait

Jembatan Hamadi-Holtekam di Papua Terlebar di Indonesia Jembatan Hamadi-Holtekam di Papua Terlebar di Indonesia
Wiranto Akan Tinjau Langsung  Pembangunan di Perbatasan Merauke Wiranto Akan Tinjau Langsung Pembangunan di Perbatasan Merauke
 Proyek kereta Jakarta-Surabaya Dikelola Otoritas Kusus	      Proyek kereta Jakarta-Surabaya Dikelola Otoritas Kusus

#Organisasi Papua Merdeka (OPM) #Papua #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar