Ini Solusi untuk Mengurai Kemacetan di Jabodetabek

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di ruas Tol Dalam Kota, Jalan Gatot Subroto. Kepadatan jalanan di ibu kota disebabkan oleh tingginya pengunaan kendaraan pribadi, dimana pertumbuhan jumlah motor dan mobil mencapai 12 persen per tahun. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Arah -  Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan proyek pembangunan sistem transportasi antarmoda Jabodetabek terintegrasi harus selesai dalam waktu 10 tahun atau pada 2029, dengan menggunakan pembiayaan dari APBN, APBD maupun pihak swasta sebesar Rp600 triliun.

"(Rp600 triliun) Itu anggaran keseluruhan yang bisa dilaksanakan dalam bentuk APBN, bisa dalam bentuk APBD, bisa dalam bentuk investasi swasta. Itu untuk 10 tahun, harus selesai 10 tahun," kata Wapres Jusuf Kalla usai memimpin rapat koordinasi tentang rencana integrasi sistem transportasi antarmode se-Jabodetabek di Jakarta, Senin.

Konsep pengintegrasian sistem transportasi Jabodetabek dimulai dengan pembuatan rencana tata ruang wilayah (RTRW) oleh masing-masing pemda terkait.

Selain itu, realisasi pengintegrasian tersebut baru bisa dilakukan apabila moda transportasi publik berbasis rel, yakni "mass rapid transit" (MRT) dan "light rail transit" (LRT), selesai dan bisa diterapkan.

"Ini kan masih ada MRT dalam proses, kemudian LRT juga dalam proses. Tapi harus diselesaikan juga RTRW-nya masing-masing daerah sehingga ada sinkronisasinya, bisa satu," jelas Wapres.

Dalam waktu dekat, Wapres meminta para menteri, kepala lembaga dan kepala daerah terkait untuk menyampaikan laporan terkait perkembangan RTRW tersebut.

"Seminggu lapor saya, satu bulan lapor lagi. Lihat prinsip pokoknya dulu, dimana nyambungnya itu, khususnya DKI sebenarnya, karena DKI yang paling besar," tambahnya.

Baca Juga: Pajak e-Commerce Terbit, Siap-Siap Harga Barang Online Naik
Kabar Gembira Buat Kamu Para Penggemar Mobile Legends

Dengan adanya sistem integrasi tersebut diharapkan masyarakat pengguna angkutan umum di Jabodetabek akan lebih banyak dibandingkan pengguna kendaraan pribadi.

Mengutip antara, sebelum memulai rapat koordinasi, Wapres melakukan peninjauan jalanan dan kemacetan Jabodetabek lewat pantauan udara, bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, serta Menteri BUMN Rini Soemarno.

Hadir pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Berita Terkait

Ini Alasan Jasa Marga Tutup Jalan Tol Karawang Barat II Ini Alasan Jasa Marga Tutup Jalan Tol Karawang Barat II
Wapres Buka Perdagangan Bursa Efek 2018 Wapres Buka Perdagangan Bursa Efek 2018
Wapres JK Minta Jurnalis Ungkap Fakta dengan Data Wapres JK Minta Jurnalis Ungkap Fakta dengan Data

#jalan tol macet #Kemacetan Jakarta #jusuf kalla #Wapres Jusuf Kalla #Jakarta #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar