KUR Pariwisata Dukung Target 20 Juta Kunjungan Wisman

Ilustrasi desa wisata (Pxhere)

Arah - Peraturan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pariwisata telah direalisasikan sejak tahun 2018. Ini menjadi kesempatan emas yang bisa dimaksimalkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pariwisata.

"Melalui sosialisasi KUR ini, kami berharap dapat memfasilitasi para pelaku UMKM pariwisata di berbagai destinasi di Indonesia untuk memperoleh informasi terkait akses permodalan KUR yang diberikan Pemerintah. Detail persyaratan untuk mengakses program penguatan modal KUR nantinya akan dijelaskan pihak bank, jadi silakan gunakan dengan baik peluang ini," Asisten Deputi Investasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Henky Manurung.

Rencananya, 10 destinasi pariwisata prioritas akan dipilih menjadi lokasi sosialisasi dan coaching clinic pembiayaan KUR bagi para pelaku UMKM pariwisata. Sosialisasi ini merupakan langkah nyata Kemenpar untuk mengakselerasi pengembangan kegiatan perekonomian di sektor riil dalam rangka penanggulangan dan pengentasan kemiskinan serta perluasan kesempatan kerja di10 DPP melalui skema khusus pembiayaan dan permodalan yang terjangkau.

“KUR pariwisata diarahkan agar bisa diakses pelaku usaha pariwisata terutama yang berada di 10 destinasi prioritas dan 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)” jelas Henky.

Fasilitasi KUR bidang pariwisata ditargetkan mampu mendukung tercapainya target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) tahun ini. Kemenpar bersama beberapa mitra perbankan terus gencar melakukan sosialisasi kepada para stakeholder pariwisata agar segera memanfaatkan KUR.

Baca Juga: Sutradara Hollywood Asal Indonesia Promosi Pariwisata Nusantara
Media Digital Efektif Promosikan Potensi Pariwisata

Henky seperti dilansir situs Kemenko Perekonomian menambahkan jika sebelumnya kegiatan sosialisasi pemanfaatan KUR ini telah dilaksanakan di beberapa destinasi yang berbeda, yakni Humbang Hasundutan, Sumatera Utara; Magelang, Jawa Tengah; Kalianda, Lampung; Serang, Banten; Malang, Jawa Timur; Lombok, NTB; Tanjung Pinang, Kepri. Penyelenggaraan acara di destinasi tersebut memiliki misi yang sama yakni memacu para pelaku UMKM bidang pariwisata semakin produktif dalam meningkatkan usahanya.

Syarat untuk mengakses program KUR sangat mudah yakni sudah menggeluti usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan, tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan, maka permohonan pembiayaan KUR dapat diajukan. Adapun dokumen yang harus dilampirkan antara lain fotokopi e-KTP, KK, surat nikah (bagi yang sudah menikah), dokumen jaminan untuk kredit di atas Rp 25 juta, surat ijin usaha (SIUP, TDP, SITU, HO), dan NPWP untuk KUR Ritel.

Selain itu, suku bunga yang ditawarkan melalui program KUR dianggap sangat ringan karena para pelaku UMKM bidang pariwisata hanya perlu membayar bunga sebesar 7 persen efektif pertahun. Sejak tahun lalu, pemerintah telah menunjuk 41 bank penyalur KUR bidang pariwisata diantaranya BRI, Bank Mandiri, BNI, BTPN, BCA, BTN yang siap mendukung program Pemerintah dalam memajukan sektor pariwisata Indonesia.

Untuk menyukseskan target pemerintah terkait fasilitasi penguatan modal bagi pelaku usaha sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar agenda Sosialisasi dan Coaching Clinic Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada sektor pariwisata di berbagai destinasi pariwisata di Indonesia.

Berita Terkait

Desa Nateh di Kalimantan Selatan Jadi Destinasi Wisatawan Desa Nateh di Kalimantan Selatan Jadi Destinasi Wisatawan
Pemkab Lumajang Targetkan Kunjungan 6,7 Juta Wisatawan Asing Pemkab Lumajang Targetkan Kunjungan 6,7 Juta Wisatawan Asing
Skywalk Terpanjang di Dunia, Jadi Destinasi Wisata Baru di China Skywalk Terpanjang di Dunia, Jadi Destinasi Wisata Baru di China

#wisata #Wisatawan #Pariwisata #Menteri Pariwisata #Arief Yahya #Destinasi Wisata #Kredit UMKM #Kredit Usaha Rakyat (KUR) #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar