MUI Imbau Umat Tak Terjebak Polemik Soal Penyebutan 'Kafir'

Wakil Ketua Umum MUI KH Zainut Tauhid Sa’adi

Arah - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam untuk tidak terjebak pada polemik berlebihan atas keputusan Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) terkait penyebutan bagi orang beragama selain Islam dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Putusan tersebut merupakan hasil ijtihad kolektif yang harus kita hormati, karena pasti memiliki hujah, dalil dan argumentasi yang dapat dipertanggung jawabkan baik secara syar’i maupun pertimbangan untuk kemaslahatan umum (maslahatul ammah),” ujar Wakil Ketua Umum MUI KH Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Seperti diketahui, salah satu keputusan Munas Alim Ulama NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo Kujangsari, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat pada 27 Februari–1 Maret 2019 yang ramai diperbincangkan adalah soal penyebutan apa yang tepat bagi warga beragama selain Islam.

Menurut Zainut seperti dilansir mui.or.id, kriteria “kafir” sebagaimana dibahas dalam kitab-kitab fiqih tidak melekat pada non-Muslim di Indonesia. Ada empat macam istilah yakni “kafir dzimmi”, “kafir mu’ahad”, “kafir musta’man”, dan “kafir harbi” semuanya tidak cocok diterapkan bagi warga non-Muslim di Indonesia.

Selain itu penyebutan kafir sering berbuntut diskriminasi dalam konteks kehidupan bernegara. Maka bahtsul masail dalam Munas NU akhirnya menjatuhkan pilihan pada istilah “muwathin” (warga negara) bagi non-Muslim karena dinilai lebih relevan.

Baca Juga: MS Kaban Peringatkan Tidak Asal Omong Soal Kafir
MUI Ajak Masyarakat Tidak Terprovokasi Berita Bohong

MUI mengimbau semua pihak untuk mengembangkan sikap berbaik sangka (husnuz-dzon), pemahaman positif (husnut-tafahum) dan sikap toleransi (tasammuh) terhadap berbagai hasil ijtihad kolektif masyarakat sepanjang hal tersebut masih dalam koridor wilayah perbedaan (ikhtilaf) dari cabang agama (furu’iyyah), dan bukan masalah pokok dalam agama (ushuluddin).

“Perbedaan pendapat di kalangan umat Islam merupakan sebuah keniscayaan yang harus diterima oleh umat Islam sebagai konsekuensi dari pranata ijtihad yang di dalam ajaran Islam tidak dilarang bahkan sangat dianjurkan,” imbaunya.

MUI mengajak semua pihak untuk terus menjaga persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) dan persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyyah) demi mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin.

Berita Terkait

Djarot Optimis 'Command Centre' NU Mampu Perangi Konten Negatif Djarot Optimis 'Command Centre' NU Mampu Perangi Konten Negatif
Ahok Mau Perkarakan Kyai Ma'ruf, Pengacara: Tak Mungkin! Ahok Mau Perkarakan Kyai Ma'ruf, Pengacara: Tak Mungkin!
Ahok Ancam Perkarakan Kyai Ma'ruf, Mahfud MD Tersinggung Ahok Ancam Perkarakan Kyai Ma'ruf, Mahfud MD Tersinggung

#Umat Islam #kafir #Ajaran Islam #MUI #Nahdlatul Ulama (NU) #Non Muslim #Warga Negara #Persatuan Bangsa #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar