Indonesia Pangsa Pasar Menjanjikan untuk Jamaah Haji dan Umrah

Menko Perekonomian Darmin Nasution (Dok.Kemenko Perekonomian)

Arah - Jumlah penduduk muslim di dunia pada tahun 2017 mencapai 1,8 miliar jiwa atau 24 persen dari populasi global. Adapun penduduk muslim di Indonesia 87 persen dari total penduduk atau 13 persen dari penduduk dunia.

Dengan jumlah itu, Indonesia memiliki pangsa pasar menjanjikan untuk calon jamaah haji dan umrah di Tanah Suci. Karenanya, pemerintah terus mengoptimalkan peranannya dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan salah satu kebijakan terkait Skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam rangka Revitalisasi Asrama Haji dan Pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT).

Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2018 tentang jenis dan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Agama turut membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pelaku usaha di bidang usaha haji dan umrah.

Sebagai informasi, jumlah jamaah haji di Tanah Suci pada 2018 2.371.675 jiwa, dengan 612.964 (25,85 persen) berasal dari Arab Saudi dan 1.758.711 (74,15 persen) lainnya dari luar Arab Saudi. Jumlah haji asal Indonesia 11,56 persen dari total jamaah haji dunia pada 2018, atau negara dengan jamaah haji terbanyak di dunia.

“Jumlah jamaah haji Indonesia yang cukup banyak tersebut diperkirakan akan terus meningkat, terlihat dari waiting list keberangkatan calon jamaah haji yang diproyeksikan mencapai 4,34 juta jiwa pada Tahun 2019 dan diperkirakan mencapai 5,24 juta jiwa pada Tahun 2022,” ujar Darmin.

Sementara dana haji di Indonesia diproyeksikan mencapai Rp119,55 triliun pada 2019 dan dapat mencapai Rp147,65 triliun pada 2022. Saat ini terdapat 323 penyelenggara ibadah haji Khusus di Indonesia.

Menurut Darmin, besarnya jumlah jamaah haji asal Indonesia sejalan dengan membaiknya indeks kepuasan mereka terhadap layanan pemerintah dari 84,85 pada 2017 menjadi 85,23 pada 2018. Berdasarkan lokasi pelayanan, pelayanan di Bandara mencapai nilai tertinggi dengan nilai 89,01, diikuti pelayanan di Mekkah dengan indeks 87,34 dan pelayanan di Madinah dengan nilai 85,73.

Baca Juga: Target Kapatuhan Pajak 2019 Hingga 85 Persen
21 WNI Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia

Besarnya jumlah jamaah haji sama dengan besarnya jumlah Jamaah Umrah dari Indonesia. Pada 2018, total jamaah umrah asal Indonesia mencapai 1,1 juta jiwa. Pencapaian selama 3 bulan terakhir pada 2018 tersebut mencapai 256.677 jiwa atau tertinggi kedua di dunia setelah Pakistan dengan 426.969 jamaah pada periode yang sama.

Saat ini tercatat 1.013 Pihak Penyelenggara Ibadah Umrah di Indonesia (PPIU). Pemerintah melalui kementerian atau lembaga tekait tengah menyusun Nota Kesepahaman (MoU). Tujuannya untuk mewujudkan sinergi dalam penanganan permasalahan penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Indonesia.

“Tindak lanjut MoU tersebut berupa pembentukan Satgas Pencegahan, Pengawasan, dan Penanganan Permasalahan Penyelenggaraan Ibadah Umrah,” kata Menko Darmin.

Berita Terkait

Demi Kebanggaan Bangsa, Indonesia Perlu Punya Hotel Haji di Arab Demi Kebanggaan Bangsa, Indonesia Perlu Punya Hotel Haji di Arab
Ribuan Jamaah Umrah Belum berangkat, Kantor Abu Tour Digeledah Ribuan Jamaah Umrah Belum berangkat, Kantor Abu Tour Digeledah
Tahapan Haji Tidak Terganggu Mundurnya Keppres Biaya Haji Tahapan Haji Tidak Terganggu Mundurnya Keppres Biaya Haji

#haji #Kuota Haji #Jamaah Haji #Umrah #Kemenag #Kemenko Perekonomian #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar