OJK Dorong Fintech Beri Kontribusi Perekonomian Nasional

Otoritas Jasa Keuangan

Arah - Perkembangan perusahaan financial technology (fintech) diharapkan bisa berkontribusi dalam perekonomian nasional. Hal ini mengingat tingkat inklusi keuangan nasional masih rendah yakni 67,8% di tahun 2016.

"Perkembangan fintech adalah keniscayaan. Untuk itu OJK mengarahkannya agar bermanfaat untuk perekonomian nasional dan kepentingan masyarakat luas, serta mengutamakan perlindungan terhadap masyarakat," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dalam keterangannya.

Hasil riset Bank Dunia, 20% kenaikan inklusi keuangan melalui adopsi layanan keuangan digital akan menyediakan tambahan 1,7 juta pekerjaan, bahkan bisa lebih di negara berkembang. Indonesia memiliki modal besar untuk mendukung perkembangan fintech karena jumlah masyarakat kelas menengah 45 juta orang, serta 150 juta pengguna internet.

Baca Juga: Ethiopian Airlines Jatuh, Ini Dampaknya Bagi Boeing
Tim Kemenhub Teliti Pesawat Boeing 737 Max 8

OJK menyediakan kerangka pengaturan dan pengawasan yang memberikan fleksibilitas ruang inovasi. Namun tetap berdasarkan prinsip-prinsip transparan, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness (TARIF).

Terkait layanan P2P lending (peer to peer, pinjam meminjam online), OJK menunjuk Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk menetapkan standard (code of conduct). Selain itu juga Pedoman Perilaku Pemberian Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi secara Bertanggung Jawab.

Berita Terkait

DKI Jakarta Segera Atur Ulang Operasi Becak DKI Jakarta Segera Atur Ulang Operasi Becak
3.000 Ton Beras Digelontorkan di Jakarta  3.000 Ton Beras Digelontorkan di Jakarta
Pengacara Lengkapi Berkas Gugatan Cerai Ahok di Pengadilan Pengacara Lengkapi Berkas Gugatan Cerai Ahok di Pengadilan

#Perekonomian Indonesia #Fintech #OJK #internet #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar