Tak Terlibat Bukan Berarti Anak Tak Boleh Tahu Pemilu

Kegiatan "Kampanye Ramah Anak" di Jalan MH Thamrin Jakarta, Minggu (17/3/2018). (Dok.KPU)

Arah - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama KPU, Bawaslu menggelar kegiatan "Kampanye Ramah Anak" di Jalan MH Thamrin Jakarta, Minggu (17/3/2018). Kegiatan ini diikuti Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman.

Disela-sela kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (Car Free Day/CFD), Arief menyampaikan pentingnya memastikan anak Indonesia tidak terlibat dalam kampanye Pemilu 2019. Meski tidak terlibat, bukan berarti anak tidak boleh tahu tentang kepemiluan.

"Jadi jangan gara-gara anak-anak tidak boleh dilibatkan dalam kampanye kita jadi takut anak-anak tidak boleh tahu calon pemimpin kita. Karena anak-anak ini yang berperan untuk memilih pemimpin kita," ujarnya seperti dilansir situs KPU.

Baca Juga: Ini Penyebab Banjir Bandang di Sentani
Pengorbanan Seorang Kakek Saat Insiden Penembakan New Zealand

Untuk diketahui, kampanye dilarang melibatkan warga negara yang belum punya hak pilih yakni anak yang belum berusia 17 tahun atau belum menikah. Anak juga memiliki hak untuk dilindungi dalam kepentingan politik yang tertuang dalam pasal 15 huruf a undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Anak-anak harus tahu, kita yang bertugas memberi sosialisasi kepada mereka," sambungnya.

Arief mengundang anak Indonesia yang ingin tahu lebih banyak tentang kepemiluan untuk mendatangi Rumah Pintar Pemilu yang ada di kantor KPU Jalan Imam Bonjol No 29, Menteng, Jakarta.

Berita Terkait

Cara Bawaslu Cegah Pelanggaran Kampanye di Media Massa Cara Bawaslu Cegah Pelanggaran Kampanye di Media Massa
Ramai Isu DPT, Ini Cara Bedakan e-KTP WNI dan WNA Ramai Isu DPT, Ini Cara Bedakan e-KTP WNI dan WNA
Ketua KPU: Hoax Surat Suara Kabar Bohong yang Kejam Ketua KPU: Hoax Surat Suara Kabar Bohong yang Kejam

#kampanye #Pemilu 2019 #pilpres 2019 #kpu #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar