Kritik YLKI pada Dua Cawapres Terkait BPJS dan Stunting

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi (Dok.YLKI)

Arah - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai visi misi dua cawapres saat debat ketiga Pilpres 2019 terlalu teknis, dan sektoral. Padahal persoalan yang ada harus disikapi dengan kebijakan yang komprehensif dan holistik.

Terkait persoalan BPJS Kesehatan dan stunting, YLKI menilai kedua cawapres belum menonjolkan upaya preventif promotif secara serius, dan sistematis. Terbukti, mereka tidak sedikitpun berbicara upaya pengendalian konsumsi tembakau.

Padahal baik stunting dan defisit BPJS Kesehatan terkait erat dengan upaya preventif promotif, salah satunya pengendalian konsumsi tembakau.

Stunting memang disebabkan kurangnya asupan gizi secara kronis pada rumah tangga miskin. Tetapi asupan gizi yang kurang itu karena alokasi pendapatan rumah tangga miskin lebih banyak untuk membeli rokok, bukan untuk membeli lauk pauk.

Sedangkan terkait BPJS Kesehatan, finansial defisitnya menurut YLKI juga dipicu penyakit tidak menular, seperti jantung koroner, stroke, hipertensi, gagal ginjal dan lain-lain. Penyakit ini muncul karena faktor gaya hidup dan konsumsi rokok berkontribusi paling signifikan atas munculnya penyakit penyakit tersebut.

"Para paslon tidak menjadikan upaya preventif promotif berupa wabah konsumsi rokok sebagai agenda kebijakannya. Ada kepentingan apa sehingga para cawapres tidak menyinggung upaya pengendalian konsumsi rokok? Aneh bin ajaib," demikian siaran pers YLKI.

Baca Juga: YLKI: PLN Jangan Kalah Dengan TNB Malaysia
Jelang Pilpres, Jumlah Konten Hoaks Terus Meningkat

Apalagi hasil Riskesdas 2018, prevalensi penyakit ridak menular justru melonjak drastis, dibanding prevalensi pada Riskesdas 2013. Prevalensi kanker dari semula 1,4 persen (2013) menjadi 1,8 persen (2018), prevalensi stroke dari 7 persen menjadi 10,9 persen, penyakit ginjal kronik dari 2 persen menjadi 3,8 persen dan penyakit diabetes melitus dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen.

Dengan melihat visi misi kedua paslon tersebut, YLKI sangat meragukan masalah kesehatan secara holistis akan bisa diwujudkan dan diatasi. BPJS Kesehatan pun akan mengalami defisit finansial yang berkepanjangan.

Berita Terkait

Format Debat Ketiga Pilpres 2019 Sedikit Berbeda Format Debat Ketiga Pilpres 2019 Sedikit Berbeda
Istilah Menarik dalam Debat Ketiga Pilpres 2019 Istilah Menarik dalam Debat Ketiga Pilpres 2019
Busyro Tantang Media Massa Adakan Polling Pilpres Busyro Tantang Media Massa Adakan Polling Pilpres

#pilpres 2019 #Pemilu 2019 #Sandiaga Uno #Ma'ruf Amin #YLKI #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar