Teknologi Bencana Tingkatkan Daya Saing Destinasi Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Dok.Kominfo)

Arah - Dukungan teknologi kebencanaan yang dikembangkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) hingga ke destinasi pariwisata yang rawan terkena dampak bencana dinilai akan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

“Dukungan teknologi kebencanaan akan membuat wisatawan merasa nyaman karena mendapatkan informasi yang cepat dan akurat tentang bencana,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2019).

Pariwisata Indonesia terus berusaha meningkatkan daya saing di tingkat global dengan target ranking ke-30 dunia. Sebelumnya pada 2017, Indonesia berada di ranking 42 dunia berdasarkan TTCI WEF.

“Sebagai pemain global, pariwisata Indonesia menggunakan standar global termasuk dalam mitigation plan menggunakan standar dunia UNWTO,” kata Arief Yahya dilansir situs Kominfo.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, BPPT terus mendorong percepatan teknologi untuk peringatan dini bencana termasuk destinasi pariwisata yang kerap terdampak bencana geologi maupun hidrometeorologi.

“BPPT telah mengembangkan teknologi kebencanaan sebagai sistem peringatan dan pencegahan dini, baik bencana hidrometeorologi termasuk banjir dan tanah longsor maupun geologi mencakup gempa dan tsunami, untuk mendukung akselerasi program prioritas pembangunan pemerintah di antaranya pariwisata sebagai leading sector,” kata Hammam Riza.

Baca Juga: Sekarang Kamu Bisa Belanja Langsung di Instagram
Tantangan Pemerintah Membuat Aturan e-Commerce

Hammam Riza menjelaskan, BPPT telah mengembangkan teknologi kebencanaan antara lain FEWS (Flood Early Warning Sytem) sebagai teknologi peringatan dini untuk bencana banjir dan LEWS (Landslde Early Warning Sytem) untuk gerakan tanah (longsor) serta buoy Merah Putih teknologi mitigasi bencana gempa dan tsunami dan telah dipasang di wilayah rawan bencana.

"Teknologi terpadu deteksi dan peringatan seperti teknologi buoy, kabel, maupun radar yang diintegrasikan dengan sistem peringatan dini yang telah tersedia, dengan didukung oleh sistem komunikasi yang berbasis generasi 4.0, teknologi struktur bangunan yang tahan gempa, teknologi penyediaan kebutuhan pokok seperti air bersih dan pangan darurat bencana, untuk menangani pascakejadian bencana," pungkasnya.

Berita Terkait

3 Senjata Pamungkas Kemenpar Datangkan Wisatawan 3 Senjata Pamungkas Kemenpar Datangkan Wisatawan
KUR Pariwisata Dukung Target 20 Juta Kunjungan Wisman KUR Pariwisata Dukung Target 20 Juta Kunjungan Wisman
Kemenpar Pamerkan Paket Wisata Kepada Delegasi IMF Kemenpar Pamerkan Paket Wisata Kepada Delegasi IMF

#kemenpar #Pariwisata #Destinasi Wisata #Arief Yahya #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar