Hukuman Pengacara Setya Novanto Diperberat MA

Gedung Mahkamah Agung (Dok. mahkamahagung.go.id)

Arah - Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman kuasa hukum mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, Fredrich Yunadi menjadi 7,5 tahun penjara. Selain itu, Fredrich juga harus membayar denda Rp500 juta subsider 8 bulan kurungan.

Sebelumnya, Fredrich divonis 7 tahun penjara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.  Di tingkat banding , vonis Fredrich tidak  berubah atau tetap 7 tahun penjara. 

Dilansir website MA, Kamis (21/3/2019), sidang kasasi dipimpin ketua majelis, hakim agung Salman Luthan, dengan anggota hakim agung Prof Dr Krisna Harahap dan hakim agung Syamsul Rakan Chaniago. Putusan kasasi tersebut masih jauh di bawah tuntutan jaksa KPK yakni 12 tahun penjara. 

Baca Juga: Bawaslu Dorong Caleg Perempuan Penuhi Kuota 30 Persen
Langkah Strategis Penaggulangan Bencana

Majelis berkeyakinan Fredrich dengan sengaja berusaha mencegah, merintangi, dan menggagalkan penyidikan yang sedang dilaksanakan KPK terhadap Setya Novanto.

Pengacara mantan Ketua DPR itu dinilai terbukti dengan sengaja melakukan perbuatan merekayasa kecelakaan kendaraan yang ditumpangi Setya Novanto dengan maksud (opzet als oogmerk) agar kliennya luput dari pemeriksaan dan penahanan KPK.

Berita Terkait

Kasasi Ditolak MA, Jessica: Saya Tidak Membunuh Mirna Kasasi Ditolak MA, Jessica: Saya Tidak Membunuh Mirna
Saksi Mengaku Tak Mengenal Setnov Saat Proses Pengadaan e-KTP Saksi Mengaku Tak Mengenal Setnov Saat Proses Pengadaan e-KTP
Sebut Setnov Hampir Tersangka, Kader Golkar Ini Terancam Dipecat Sebut Setnov Hampir Tersangka, Kader Golkar Ini Terancam Dipecat

#Setya Novanto #Pengadilan Tinggi DKI Jakarta #Pengadilan Negeri Jakarta Selatan #Mahkamah Agung #Putusan Kasasi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar