Bahan Baku Pengganti Sutra Dikenalkan ke Perajin Batik dan Tenun

Pemerintah mendorong industri batik dan tenun menggunakan bemberg sebagai bahan baku alternatif pengganti sutra.

Arah - Pemerintah mendorong industri batik dan tenun menggunakan bemberg sebagai bahan baku alternatif pengganti sutra, karena semakin terbatas dan mahalnya harga bahan baku sutra. Upaya ini untuk memacu daya saing industri batik dan tenun agar menghasilkan produk yang kompetitif di pasar ekspor.

Bemberg terbuat dari serat cupro yang merupakan olahan biji kapas yang didaur ulang dengan cara dilelehkan. Benang serat cupro berkilau seperti sutra, namun harganya jauh lebih murah. Penetrasi pewarna yang masuk juga lebih bagus dan sudah digunakan di beberapa kain tradisional khas Indonesia.

"Sudah dicoba untuk membuat songket dari Palembang dan ulos dari Sumatera Utara, hasilnya bagus sekali. Kalau ditambah motif dari Indonesia yang bagus-bagus, pasarnya akan meningkat,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulis.

Untuk memperluas penggunaan Bemberg di Tanah Air, Kemenperin akan melakukan sosialisasi ke perajin dan konsumen agar semakin dikenal. Selain itu, pemerintah pusat akan mendorong kepala dinas di daerah, terutama untuk daerah penghasil tenun dan batik, seperti Sumatera Utara, Palembang, Bali, dan Makassar.

Penggunaan Bemberg sebagai bahan baku untuk industri tenun dan batik sudah diaplikasikan oleh beberapa peserta Pameran Adiwastra 2019 yang digelar pada tanggal 20-24 Maret 2019 di Jakarta Convention Center (JCC). Salah satu yang sudah menggunakan bahan baku Bemberg iniadalah Zainal Songket.

Baca Juga: Tips Promosi Lewat Facebook untuk Kembangkan Bisnis
Tips Kembangkan Bisnis Tembus Pasar Global

Zainal menjelaskan, produk Bemberg lebih ramah lingkungan karena industri tak harus memberikan warna pada benang lagi.

“Tidak ada limbahnya, produksi jadi lebih cepat, otomatis ongkos produksi semakin murah," ungkapnya.

Zainal Songket sudah menggunakan bahan baku impor dari Jepang selama delapan bulan terakhir untuk menghindari persaingan dengan pengrajin lain di Tanah Air.

“Apalagi, tahun lalu, Asian Games 2018 juga menjadi prioritas para pelaku usaha batik dan tenun di Palembang untuk lebih produktif karena menjadi salah satu kota penyelenggaraan event tersebut,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wow, Jakarta Masuk Kota Termahal Kelima Asia Tenggara Wow, Jakarta Masuk Kota Termahal Kelima Asia Tenggara
Mirip Sutra, Bemberg Dikenalkan ke IKM Batik dan Tenun Mirip Sutra, Bemberg Dikenalkan ke IKM Batik dan Tenun
Industri Furnitur Punya Daya Saing Global karena 3 Hal           Industri Furnitur Punya Daya Saing Global karena 3 Hal

#Bahan Sutra #Kemenperin #Batik #Tenun Songket #Pasar Global #daya saing ekonomi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar