Iklan Kampanye di Masa Tenang Akan Ditindak

Konferendi Pers mengenai Media Sosial selama Masa Tenang Pemilu 2019 di Press Room Kominfo, Jakarta, Senin (25/03/2019). (kominfo.go.id)

Arah - Selama masa tenang 14-16 April 2019 atau tiga hari menjelang pemungutan suara, iklan kampanye dalam platform media sosial dan streaming dilarang. Larangan ini disepakati Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Bawaslu serta perwakilan platform digital di Indonesia.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menegaskan, selama masa tenang, iklan yang berhubungan dengan kampanye tidak diizinkan, termasuk di media sosial.

"Iklan (kampanye) itu pasti melibatkan platform, karena yang menyebarkan itu adalah platform,” ujarnya dalam Konferendi Pers mengenai Media Sosial selama Masa Tenang Pemilu 2019 di Press Room Kominfo, Jakarta, Senin (25/03/2019).

Adapun percakapan atau komunikasi, tidak termasuk pada aturan menjelang masa tenang. Menurut Semuel, bentuk komunikasi lainnya selain iklan kampanye, merupakan kebebasan warga negara yang dilindungi undang-undang. Semuel juga membantah informasi yang berkembang bahwa Kemenkominfo akan menutup media sosial selama masa tenang.

“Jadi kalau ada hoaks tentang Kominfo akan menutup sosial media tiga hari selama masa tenang, itu saya pastikan hoaks-nya kebangetan. Tidak mungkin kita menutup yang namanya sosial media, apalagi hanya karena masa tenang,” jelas Semuel dilansir kominfo.go.id.

Baca Juga: Potensi Migrasi Pemilih Pilpres 2019 Masih Bisa Terjadi
KPU Siap Hadapi Potensi Perselisihan Hasil Pemilu

Dia menambahkan, pihaknya akan menindak pelanggaran iklan terkait pemilu di masa tenang, dan pengendalian kampanye di medsos juga diatur langsung platform penyedia medsos.

“Kalau mau beriklan kan daftar, jika ditemukan iklan kampanye di medsos pada masa tenang bisa langsung di take down, bisa ada sanksi mulai dari sanksi administrasi sampai penutupan,” pungkasnya.

Pertemuan terkait larangan iklan kampanye di masa tenang dipimpin langsung Dirjen Aptika Kemenkominfo dan dihadiri perwakilan Bawaslu, Facebook, Twitter, Google, LINE, dan Big

Berita Terkait

KPU Siap Hadapi Potensi Perselisihan Hasil Pemilu KPU Siap Hadapi Potensi Perselisihan Hasil Pemilu
Bawaslu Catat 6455 Pelanggaran Pemilu Termasuk Pidana Bawaslu Catat 6455 Pelanggaran Pemilu Termasuk Pidana
Cara Bawaslu Cegah Pelanggaran Kampanye di Media Massa Cara Bawaslu Cegah Pelanggaran Kampanye di Media Massa

#pilpres 2019 #Pemilu 2019 #Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) #Kemenkominfo #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar