KPK Miris Masih Terjadi Kasus Suap Pengadaan Barang di BUMN

Pendidikan dan pelatihan penyidik KPK. (Dok.KPK)

Arah - Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (Persero) tahun 2019. Penetapan tersangka merupakan hasil operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (22/3/2019) lalu.

"Energi kami tak akan habis untuk menyatakan bahwa kami merasa sangat miris dan menyayangkan masih terjadinya suap dalam pengadaan barang dan jasa di Badan Usaha Milik Negara. Apalagi PT KS adalah satu-satunya BUMN yang bergerak dalam industri baja. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1970 ini seharusnya sudah bisa menghasilkan industri baja nasional yang luar biasa," demikian KPK dalam siaran persnya.

Setelah melakukan pemeriksaan selama 1x24 jam, KPK menemukan bukti permulaan untuk menetapkan empat tersangka. Mereka adalah WNU (Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero)) dan AMU (swasta) yang diduga sebagai penerima serta KSU, (swasta) dan KET (swasta) yang diduga sebagai pemberi.

WNU bersama AMU diduga menerima suap untuk mempengaruhi pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel. Nilai proyek pengadaan barang dan jasa tersebut masing-masing Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar.

Dua tersangka lain, KSU dan KET diduga memberi suap untuk melancarkan proses mereka mendapatkan proyek pengadaan barang dan jasa tersebut. Proses pengadaan barang dan jasa diduga diatur sedemikian rupa agar perusahaan KSU dan KET mendapatkan proyek tersebut.

WNU dan AMU disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga: 3 Strategi Nasional KPK Cegah Korupsi
OTT KPK, 6 Orang Termasuk Romahurmuziy Dibawa ke Jakarta

Sedangkan KSU dan KET disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selanjutnya, untuk kepentingan pemeriksaan, KPK menahan tiga tersangka selama 20 hari ke depan. WNU dan AMU ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih. KSU ditahan di Rumah Tahanan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Berita Terkait

OTT KPK, 6 Orang Termasuk Romahurmuziy Dibawa ke Jakarta         OTT KPK, 6 Orang Termasuk Romahurmuziy Dibawa ke Jakarta
Ini Alasan KPK  Belum Tahan  Emirsyah Satar Ini Alasan KPK Belum Tahan Emirsyah Satar
Geledah Kantor Bupati Kukar, KPK Sita Sejumlah Dokumen Geledah Kantor Bupati Kukar, KPK Sita Sejumlah Dokumen

#kpk #tersangka KPK #Operasi Tangkap Tangan (OTT) #Kasus Suap #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar