Kampanye Terbuka dan Masa Tenang, Bawaslu Awasi Politik Uang

Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin (bawaslu.go.id)

Arah - Pemilu Serentak akan digelar pada 17 April 2019. Keberadaan saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) merupakan salah satu unsur yang ikut menentukan legitimasi pemilu. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memperkirakan total jumlah saksi di TPS mencapai 16 juta orang.

“UU No 7 Tahun 2017 mengamanatkan adanya pengawas TPS satu orang di setiap TPS dan ini adalah pertama kali dalam sejarah pemilu di Indonesia,” ujar Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin dalam Rakornas Bidang Kewaspadaan Nasional dalam Rangka Pemantapan Penyelenggara Pemilu Serentak Tahun 2019 di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Nantinya di setiap TPS ada 19 orang selain petugas dan pemilih. Mereka adalah 1 orang pengawas TPS, saksi dari 16 partai politik, dan dua saksi dari pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Saksi yang berasal dari partai politik wajib mendapatkan mandat dari partainya, dan belum semua partai politik memberikan nama-namanya,” kata Afif.

Baca Juga: 127 Akun Media Sosial Dilaporkan Bawaslu ke Kemenkominfo
Pemilu untuk Memilih Pemimpin Bukan Ajang Permusuhan

Dolansir bawaslu.go.id, Afif mengingatkan potensi kerawanan politik uang saat memasuki kampanye rapat umum serta masa tenang. Politik uang menjadi prioritas Bawaslu dalam melakukan pengawasan.  

“Kami akan kembali melakukan patroli anti politik uang di seluruh Indonesia untuk menghadirkan rasa takut pihak-pihak yang akan melakukan pelanggaran,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bawaslu Berikan Akreditasi 51 Lembaga Pemantau Pemilu Bawaslu Berikan Akreditasi 51 Lembaga Pemantau Pemilu
Bawaslu Bantah Meme yang Beredar di Media Sosial Bawaslu Bantah Meme yang Beredar di Media Sosial
Iklan Kampanye di Masa Tenang Akan Ditindak Iklan Kampanye di Masa Tenang Akan Ditindak

#Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) #TPS #kampanye terbuka #masa tenang #pilpres 2019 #Pemilu 2019 #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar