Tangkal Hoaks, Kemenkominfo Lakukan Tiga Lapis Tindakan

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (Dok.Kemenkominfo)

Arah - Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan tiga lapis tindakan untuk memerangi penyebaran hoaks di dunia maya. Seluruh tahapan tindakan itu sesuai perundang-undangan yang berlaku seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tindakan pertama atau biasa disebut upstream adalah literasi digital, lapisan kedua atau biasa disebut midstream adalah pemutusan akses atau pemblokiran dan tindakan paling bawah atau disebut downstream dengan penegakan hukum.

“Kominfo support aparat penegak hukum yang bertindak seperti POLRI, itu semua berdasarkan UU ITE. Kalau ini banyak dilakukan juga ini banyak yang kapok nantinya,” ujar Menteri Kominfo Rudiantara di Jakarta, pekan lalu seperti dilansir kominfo.go.id.

Menjelang Pemilu Serentak 2019, Rudiantara mengungkapkan kuantitas penyebaran hoaks semakin bertambah. Sebanyak 23% hoaks yang sudah tersebar berkaitan dengan politik dan mayoritas terkait Pemilu Serentak 2019.

“Bulan Januari 2019 meningkat ada 175 hoaks, bulan kemarin 353 hoaks ya dan diantaranya 23% berkaitan dengan politik dan mayoritas adalah tentang Pemilu,” jelasnya.

Baca Juga: Bukan Hari Libur, 1 April Ditetapkan Hari Penyiaran Nasional
Jelang Pilpres, Jumlah Konten Hoaks Terus Meningkat

Untuk menangkal hoaks, Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Bawaslu dan KPU.Kerja sama tersebut dalam bentuk nota kesepahaman (MoU).

“Upaya bagaimana meng-adress hoaks ini harus rame-rame tidak bisa kominfo saja. Kita sudah ada MoU dan PKS dengan KPU dan Bawaslu,” kata Rudiantara.

Berdasarkan pantauan Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi dan Informatika, penyebaran hoaks paling masif melalui Whatsapp. Hoaks yang disebar, umumnya didahului dengan pembuatan akun palsu di media sosial selain Whatsapp.

Pelaku kemudian menangkap layar serta menyebarkannya melalui platform Whatsapp. Setelah itu, akun palsu tersebut pun dihapus atau akunnya dimatikan untuk menghapus jejak digital konten negatif. 

Berita Terkait

Duh, Indonesia Masuk Daftar Negara Rentan Virus Petya Duh, Indonesia Masuk Daftar Negara Rentan Virus Petya
Hasil Pertemuan, Pemerintah Usulkan Tarif Ojek Rp2.000 Per Km Hasil Pertemuan, Pemerintah Usulkan Tarif Ojek Rp2.000 Per Km
Menkominfo Imbau Warga Tak Panik Terhadap Serangan Ransomware Menkominfo Imbau Warga Tak Panik Terhadap Serangan Ransomware

#konten hoaks #berita hoaks #kuantitas hoaks #hoaks jelang pilpres #Kemenkominfo #Rudiantara #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar