3 Terobosan Kebijakan KUR Kurangi Efek Distorsi Pasar UMKM

Petani garam (Pixabay)

Arah - Pemerintah telah melakukan tiga terobosan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menghindari distorsi pasar yang dapat membuat produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menurun. UMKM berkontribusi menopang pemerintah dalam mempertahankan kinerja pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Sejak dikembangkan pada 2007, pemerintah telah memberikan tiga terobosan baru bagi KUR yakni memberikan subsidi bunga, memperluas sektor dan memperbolehkan semua UMKM produktif untuk mengajukan KUR serta memberikan KUR untuk membangun sektor-sektor ekonomi berbasis kerakyatan.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomi Iskandar Simorangkir mengatakan kemudahan akses KUR diberikan untuk memberikan kesempatan akses pembiayaan bagi UMKM.

“Awal kita membangun program KUR, suku bunga mencapai 24%. Suku bunga ini sulit sekali diakses dan tidak sesuai dengan kemampuan sektor UMKM. Lalu kami perbaiki karena yang terpenting tidak hanya kecepatan akses pembiayaan, tetapi juga suku bunga yang rendah,” ujarnya.

Untuk terobosan pertama melalui subsidi bunga KUR, pemerintah menyadari UMKM perlu diberikan kemudahan melalui suku bunga KUR rendah namun tidak merugikan bank selaku penyalur KUR. Dengan begitu, pemerintah menanggung selisih suku bunga kredit di pasar dengan suku bunga KUR.

Baca Juga: Akhir 2019, 10 Ribu Pelaku IKM Ditargetkan Go Online
Peluang Indonesia Hadapi Era Ekonomi Digital

“Tidak hanya itu, terobosan kedua kita perluas sektornya. Contohnya, dulu petani garam tidak bisa mendapatkan KUR karena masalah nomenklatur. Masalahnya, garam termasuk dalam sektor pertambangan, yang tidak masuk dalam daftar KUR. Sedangkan, petani garam sangat memerlukan akses pembiayaan untuk meningkatkan kinerjanya. Jadi, kami buka untuk semua UMKM bisa mengajukan KUR selama UMKM tersebut produktif,” kata Iskandar dilansir ekon.go.id.

Selanjutnya terobosan ketiga yang diambil pemerintah dengan menunjukkan keberpihakan pembiayaan sektor ekonomi kerakyatan melalui mekanisme KUR Khusus, seperti sektor perkebunan, perikanan, dan peternakan. Tiga jenis KUR ini sudah diluncurkan pemerintah dan sudah bisa diakses UMKM.

Berita Terkait

KUR Perikanan Rakyat Kembali Disalurkan Serentak ke 6 Provinsi   KUR Perikanan Rakyat Kembali Disalurkan Serentak ke 6 Provinsi
KUR Pariwisata Dukung Target 20 Juta Kunjungan Wisman KUR Pariwisata Dukung Target 20 Juta Kunjungan Wisman
Usaha Mikro Sedot Kredit Hampir Rp100 Triliun, Berapa yang Macet? Usaha Mikro Sedot Kredit Hampir Rp100 Triliun, Berapa yang Macet?

#Kredit UMKM #kredit mikro #Kredit Usaha Rakyat (KUR) #Kemenko Perekonomian #UMKM #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar